Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Sebut Iko Juliant Jatuh Dilempar Benda Tumpul, Kejanggalan Aziz-Fiki Masih Misteri

×

Kuasa Hukum Sebut Iko Juliant Jatuh Dilempar Benda Tumpul, Kejanggalan Aziz-Fiki Masih Misteri

Sebarkan artikel ini
Kuasa Hukum Iko
Perwakilan kuasa hukum keluarga Iko Juliant Junior, Naufal Sebastian, dalam jumpa pers bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Kantor LPSK Jawa Tengah, Kota Semarang, Minggu, 14 September 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Mereka berharap bisa diikutsertakan dalam setiap gelar perkara maupun rekonstruksi agar kronologi bisa benar-benar terungkap.

“Kami sudah bersurat agar diikutkan dalam setiap gelar perkara maupun rekonstruksi. Kami juga minta buka CCTV, tapi sampai sekarang satu minggu belum ada tanggapan,” jelasnya.

Siap tempuh jalur hukum dan perlindungan saksi

Naufal memastikan keluarga besar Iko sudah bersepakat menempuh seluruh langkah hukum yang menurutnya perlu. Ia menyebut kesepakatan itu lahir dari tekad mencari keadilan, agar kematian Iko tak berhenti pada narasi kecelakaan tunggal.

“Kami akan terus melakukan pengusutan, mencari tahu sebab-sebab meninggalnya adik kami. Dari beberapa saksi yang kami temukan, ada dugaan tindak pidana,” ujar dia.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap saksi maupun korban lain yang selamat dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, pemulihan psikologis menjadi prioritas utama sebelum melangkah ke perlindungan hukum yang lebih jauh.

“Kalau memang perlu perlindungan kepada para saksi dan korban lain, tentu saja akan kami akses perlindungan itu kepada LPSK. Tapi yang pertama harus dilakukan adalah pemulihan psikologis. Itu fokus utama kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Naufal juga menyampaikan apresiasi terhadap LPSK yang hadir langsung mendampingi keluarga. Ia menyebut kehadiran lembaga negara tersebut menambah semangat keluarga dalam memperjuangkan keadilan.

“LPSK sebagai perwakilan negara sudah hadir memonitor dan membantu mengawal. Ini tentu saja memberikan semangat dan dukungan moral kepada keluarga,” ucapnya.

Kata Naufal, banyak korban dalam kasus serupa sering kali enggan melapor karena khawatir berhadapan dengan kekuatan besar, dalam hal ini aparatur negara. Namun kali ini, keluarga Iko merasa tidak sendirian, lantaran LPSK turut serta mengawal.

“Dalam banyak kasus, korban kerap enggan melapor karena yang mereka lawan adalah sesuatu yang besar. Kehadiran LPSK menambah semangat bagi keluarga dan kami kuasa hukum untuk memperjuangkan keadilan,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp