Meski begitu, muncul polemik karena kualitas visual dalam trailer dianggap tidak sepadan dengan dana yang terkuras.
BACA JUGA: Labinak: Mereka Ada di Sini, Film Horor Indonesia tentang Sekte Kanibalisme dan Kritik Sosial
Bahkan, sejumlah warganet menilai hasil animasinya lebih menyerupai tugas akhir mahasiswa daripada karya untuk layar lebar.
Situs Resmi Sulit Diakses
Film ini garapan Perfiki Kreasindo, sebuah studio yang berada di bawah Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.
Namun, banyak warganet mengaku kesulitan menemukan informasi lebih detail mengenai rumah produksi tersebut. Situs resminya bahkan tidak dapat terakses dan hanya menampilkan pesan error “403 Forbidden”.
Kurangnya informasi resmi ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut belum benar-benar siap dirilis secara luas, atau mungkin masih terkendala infrastruktur digital yang belum memadai. (*)





