Jateng

Lahan Kritis di Jateng 317 Ribu Hektare, DLHK Minta Petani Hortikultura Tanam Pohon di Lereng

×

Lahan Kritis di Jateng 317 Ribu Hektare, DLHK Minta Petani Hortikultura Tanam Pohon di Lereng

Sebarkan artikel ini
dlhk jawa tengah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, saat beritajateng.tv jumpai di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 20 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Oleh karena itu, pendekatan lebih mengedepankan edukasi dan imbauan agar pengelolaan lahan tetap memperhatikan prinsip konservasi.

“Kalau lahan hutan, lahan kawasan hutan negara itu kan pasti ditanami. Nah itu kan lahan privat ya, lahan milik, lahan pribadi itu kan susah. Makanya kita pendekatannya secara persuasif,” katanya.

Tak hanya itu, DLHK turut mengimbau masyarakat mengolah lahan mengikuti kontur agar tanah tidak mudah tergerus dan menyebabkan sedimentasi di wilayah hilir.

“Kita menghimbau kepada masyarakat itu untuk satu, olah lahannya itu olah lahan yang benar yang mengikuti kontur. Hal ini agar nanti tanahnya itu tidak langsung turun ke bawah sehingga menyebabkan sedimentasi dan sebagainya,” ujarnya.

BACA JUGA: Blora Hibahkan 8,7 Hektare Lahan untuk Kampus UNY, Siap Jadi Pusat Pendidikan Baru di Jawa Tengah

Selain itu, imbau Heru, masyarakat juga didorong menanam tanaman keras, setidaknya di bagian pematang lahan, agar fungsi konservasi tetap terjaga tanpa mengurangi aktivitas pertanian.

“Yang kedua nanti kita juga menghimbau tanaman-tanaman keras untuk ditanami. Minimal ya di pematang-pematang itunya atau di mana sehingga secara ada keseimbangan. Masyarakat masih bisa menanam horti tapi dengan menggunakan kaidah konservasi, artinya tetap memperhitungkan nilai-nilai konservasi,” tandas Heru. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp