SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi ikut mendorong percepatan pengentasan masyarakat dari kemiskinan di wilayah pemerintahannya.
Selain itu, Ahmad Luthfi juga mendorong adanya kekompakan Mahanni Yulindha Pratiwi dengan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Pesan itu Luthfi sampaikan saat melantik Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Wakil Bupati Klaten, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 10 Oktober 2026.
BACA JUGA: Pakar Lingkungan SCU: Energi Matahari Minim Dampak Ketimbang Geothermal, Tapi Izin Panel Surya Sulit
Luthfi menilai, penurunan masyarakat dari angka kemiskinan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah.
Oleh Sebab itu, dia meminta Mahanni Yulindha Pratiwi menjaga komunikasi dengan bupati dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pengentasan kemiskinan berjalan efektif.
Berdasarkan data 2025, kata Luthfi, tingkat kemiskinan di Kabupaten Klaten tercatat 11 persen. Angka tersebut masih di atas tingkat kemiskinan Jawa Tengah yang mencapai 9,39 persen.
BACA JUGA: Rekonstruksi Kasus Mozza di Semarang, Jaksa Cari Unsur Perencanaan Pembunuhan
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Klaten pada tahun yang sama sebesar 4,62 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahanni Yulindha Pratiwi dan Hamenang Wajar Ismoyo Diminta Kompak
Selain pengentasan kemiskinan, Luthfi menekankan pentingnya kekompakan antara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dan wakil bupati Mahanni Yulindha Pratiwi kompak dalam menjalankan pemerintahan.
Dia berharap keduanya memiliki visi yang sejalan dan saling mendukung dalam merealisasikan program pembangunan.
BACA JUGA: Langkah Keluarga Aqib Siswa SD Korban Perundungan di Pemalang, Laporkan Kelalaian Kepsek ke Inspektorat
Luthfi mengatakan, posisi Klaten yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta juga menjadi peluang untuk mengembangkan potensi daerah.
Hal itu perlu dukungan kepemimpinan yang solid agar peluang pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.





