SEMARANG, beritajateng.tv – Di saat banyak sektor menggeliat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, kehidupan nelayan di pesisir Tambaklorok, Semarang Utara, justru melambat. Aktivitas melaut berhenti, pemasukan terhenti, sementara kebutuhan Lebaran tetap harus terpenuhi.
Pemandangan tak biasa terlihat di dermaga Tambaklorok menjelang lebaran tahun ini. Perahu-perahu berjajar tanpa aktivitas, tanpa suara mesin, dan tanpa bongkar muat ikan seperti hari normal.
Kondisi ini terjadi karena para nelayan memilih berhenti melaut selama sepekan terakhir hingga usai Lebaran.
“Kebanyakan pada libur sampai Syawal nanti,” kata Mashur di sekitar dermaga Tambaklorok belum lama ini.
Menurut Mashur, keputusan libur saat Lebaran bukan tanpa beban. Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir mereka sudah lebih dulu terpukul oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi.
“Padahal baru saja hadapi gelombang tinggi, tapi harus libur lagi. Tapi ya mau gimana lagi, namanya hari perayaan umat Islam, kita juga merayakan, ya syukuri saja,” ucapnya.
BACA JUGA: Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Prioritas, KNTI: Tambaklorok Semarang Masih Terkendala Lahan
Berhentinya aktivitas melaut membuat penghasilan harian nelayan ikut terhenti. Padahal, tradisi Lebaran tetap berjalan seperti biasa, mulai dari membeli baju baru hingga menyiapkan hidangan yang lebih baik bagi keluarga.
Dalam kondisi terdesak, sebagian nelayan mencoba mencari penghasilan tambahan di darat. Namun upaya itu belum cukup menutup kebutuhan yang meningkat.
Akibatnya, langkah berat pun diambil dengan menggadaikan aset berharga, termasuk tanah yang menjadi satu-satunya kepemilikan keluarga.
“Kalau pas kondisi gini, banyak yang gadaikan apa saja. Kaya saya, gadaikan tanah,” ucap Sodikin, nelayan lain yang tengah bersantai.
Uang hasil gadai digunakan untuk mencukupi kebutuhan pokok hingga keperluan Lebaran. Namun, konsekuensinya adalah bertambahnya beban utang yang harus ditanggung setelah hari raya.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Pendapatan Nelayan Tambakrejo Anjlok
Meski begitu, harapan tetap ada. Sejumlah nelayan mulai menunggu cuaca membaik agar bisa kembali melaut dan memulihkan penghasilan.
“Kalau cuaca bagus habis Lebaran, ya kita berangkat lagi,” ucapnya.





