Jateng

Lepas Biksu Thudong 2024, Mbak Ita: Semarang Simpan Jejak Penyebaran Agama Buddha

×

Lepas Biksu Thudong 2024, Mbak Ita: Semarang Simpan Jejak Penyebaran Agama Buddha

Sebarkan artikel ini
biksu thudong Pudakpayung Masuk Nominasi Lomba Desa Kelurahan Provinsi Jawa Tengah, Ini Potensi dan Unggulannya
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat melepas rombongan biksu thudong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis, 16 Mei 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita melepas rombongan biksu thudong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis, 16 Mei 2024, pagi.

Sebagai informasi, Kota Semarang menjadi titik awal bhikkhu atau biksu menjalani ritual thudong menyambut Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 Masehi di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Sebelumnya, para biksu telah bermalam di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti.

Mbak Ita menyebut, ritual suci Buddha menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi warga Kota Semarang. Sebab, Ibu Kota Jawa Tengah tersebut berkesempatan menjadi titik awal sekaligus tuan rumah Biksu Thudong tahun 2024.

“Kita jadi tahu Kota Semarang menjadi jejak agama Buddha, kita segera melakukan program-program atau pelaksanaan di sini agar menjadi tempat untuk wisata religi,” katanya seusai melepas puluhan biksu thudong.

BACA JUGA: Perjalanan Biksu Thudong 2024 Menuju Candi Borobudur Resmi Dimulai, Ini Rutenya!

Mbak Ita menuturkan, Kota Semarang memiliki sejarah panjang penyebaran agama Buddha di Indonesia. Titik mula thudong tahun ini yakni Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti sendiri merupakan Sima pertama yang berdiri pada 1959 silam.

Sima sendiri merupakan tempat khusus upasampada (pengukuhan) biksu baru. Di sinilah untuk pertama kalinya di Indonesia kembali terlaksana pengukuhan biksu sesudah ratusan tahun rubuhnya Wilwatikta-Majapahit.

Ke depan, pihaknya berjanji akan segera memperbaiki fasilitas keagamaan yang ada di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti. Pasalnya tempat itu dibangun oleh biksu dari 13 negara.

“Ini harus menjadi program yang lebih baik untuk menjadi satu tujuan para biksu beribadah di sini, termasuk mendorong menjadi agenda tahunan dan diintegrasikan dengan kegiatan lain,” tambahnya.

Potret toleransi antar umat beragama

Sementara itu, Koordinator Biksu Thudong 2024 Kota Semarang, Wahyudi Santiphala menjelaskan jika thudong menjadi satu titik balik persatuan antara umat beragama. Pasalnya, lebih dari 90 persen elemen yang terlibat berasal dari berbagai agama.

“Di sini bisa menyatukan berbagai pihak, 90 persen pendukung adalah umat Islam, Katolik, Kristen, Konghucu, Hindu, sehingga umat Buddha harus memetik pesan kebhinekaan,”

BACA JUGA: Jalan Kaki dari Semarang ke Candi Borobudur, Ini Pantangan Para Biksu Thudong

Ia pun berharap, dengan momentum kebersamaan dalam thudong ini, umat Buddha di Kota Semarang dapat kembali bersatu kembali. Tanpa mempermasalahkan perbedaan organisasi maupun masalah administrasi.

“Bisa menjadi minoritas yang berkualitas seperti umat Katolik, menjadi umat Buddha yang berkontribusi seperti umat Islam,“ harapnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp