Jateng

Libur Akhir Tahun Wisata Melonjak, Gubernur Jateng Tekankan SOP Keamanan-Keselamatan Pengunjung

×

Libur Akhir Tahun Wisata Melonjak, Gubernur Jateng Tekankan SOP Keamanan-Keselamatan Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Pengunjung Wisata
Saloka Theme Park di Kabupaten Semarang diserbu pengunjung di momen libur Natal, Kamis, 25 Desembee 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seiring melonjaknya aktivitas masyarakat di berbagai tempat wisata, para pengelola tempat wisata diminta mengedepankan keamanan dan keselamatan pengunjung.

Setelah puncak Hari Raya Natal berlalu, aktivitas pengunjung sejumlah tempat wisata di Jawa Tengah mengalami peningkatan, baik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, menghadapi musim liburan akhir tahun ini, pihaknya telah mengondisikan tiap kepala daerah, Polres, dan Kodim, termasuk Basarnas, di kabupaten/kota di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Momen Libur Natal, Destinasi Wisata di Kabupaten Semarang Alami Lonjakan Pengunjung

Bilamana di suatu wilayah ada tempat wisata yang berpotensi risiko keamanan dan keselamatan pengunjung, maka harus menyiapkan instrumen keselamatan dan keamanan yang maksimal.

Hal itu baik bagi wisata air, wisata gunung, maupun wisata yang berhubungan dengan faktor keselamatan dan keamanan pengunjung. Semuanya, kata Luthfi, wajib menyiapkan prosedur keamanan dan keselamatan yang baik.

“Jadi security barrier harus betul-betul persiapkan dengan baik,” tegasnya saat beritajateng.tv konfirmasi di sela kegiatan kerja di Ungaran, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Gubernur Jateng Beri Contoh SOP Keamanan-Keselamatan Pengunjung Tempat Wisata

Misanya, kata Ahmad Luthfi, jika wisata air, SOP utama harus ada tim SAR yang siaga. Yang kedua, faktor pendukung seperti pelampung wajib, dan ketiga harus ada kapal penyelamat.

Kemudian, jika wisata gunung, maka jalurnya harus tak ada yang crowded (penuh sesak). Selain itu, evakuasi harus bisa berjalan dengan cepat tanpa terkendala jalur yang sesak.

Lebih lanjut, setiap pengelola harus menyiagakan teamwork unit kecil lengkap penanganan di tempat wisata. “Sehingga tidak terjadi lagi komplain dari masyarakat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Libur Nataru, Pemkot Semarang Siapkan Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas Wisata

Luthfi menyebut masyarakat ingin berlibur dan menikmati momentum libur akhir tahunnya di Jawa Tengah dengan nyaman, aman, dan tentunya berkeselamatan.

“Maka faktor keselamatan dan keamanan pengunjung harus para pengelola tempat wisata utamakan pada momentum seperti ini,” tandas Luthfi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp