Ekbis

Lifting & Investasi Hulu Migas Kuartal 1 2023 Lebih Tinggi Dibanding 2022

×

Lifting & Investasi Hulu Migas Kuartal 1 2023 Lebih Tinggi Dibanding 2022

Sebarkan artikel ini
konferensi pers capaian kinerja kuartal pertama 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023). (Hery P - beritajateng.tv)

Sedangkan entry point 2023 sebesar 618 ribu BOPD atau mendekati target WPnB sebesar 620 ribu BOPD. Hingga Maret 2023 produksi minyak telah meningkatkan menjadi 621,2 ribu BOPD.

Meskipun ada insiden di awal tahun 2023 yang menyebabkan adanya penyesuaian dalam outlook pengeboran sumur pengembangan 2023 menjadi lebih rendah dari target karena adanya safety stand-down (SSD), SKK Migas akan melakukan berbagai upaya recovery agar target pengeboran sumur pengembangan dapat tercapai.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menyampaikan penerimaan negara hingga kuartal 1 2023 sebesar US$ 3,57 miliar dari target hingga akhir tahun sebesar US$ 15,88 miliar.

Belum mencapainya target penerimaan negara disebabkan harga minyak yang cukup tertekan.

Sedangkan dari aspek cost recovery, Kurnia menyampaikan SKK Migas berhasil mendorong efisiensi di industri hulu migas seperti sharing fasilitas operasi, kontrak bersama untuk pengadaan barang dan lainnya.

Hasilnya hingga kuartal 1 2023 realisasi cost recovery dapat ditahan di angka rendah yaitu sebesar 18,5 persen.

“SKK Migas terus menjaga komitmen pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan domestik. Saat ini rata-rata sekitar 67 persen produksi gas bumi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik dalam rangka mendukung ketahanan energi dan pembangunan nasional dengan gas sebagai bahan baku industri”, kata Kurnia.

Terkait penyerapan gas bumi di domestik, Kurnia menyampaikan sektor pupuk dan kelistrikan masih perlu dioptimalkan karena serapannya masih rendah dari daily contract quantity (DCQ) yang telah disepakati.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Dukungan Bisnis Rudi Satwiko menyampaikan capaian TKDN mencapai 59,83 persen atau lebih tinggi dari yang ditargetkan Pemerintah untuk sektor hulu migas yang sebesar 57 persen.

Sedangkan terkait kegiatan layanan perizinan melalui ODSP, Rudi menambahkan proses pengurusan perizinan berhasil dipercepat menjadi 1 hari dari yang ditargetkan 3 hari.