Uncategorized

Lokasi Syuting Gadis Kretek: Pasar Kayu Muntilan di Kabupaten Muntilan yang Menarik

×

Lokasi Syuting Gadis Kretek: Pasar Kayu Muntilan di Kabupaten Muntilan yang Menarik

Sebarkan artikel ini
gadis kretek
Para pemeran dan kru serial Gadis Kretek. (foto: X/FilmIndoSource)

MAGELANG, beritajateng.tv – Serial Gadis Kretek tampaknya menyisakan kesan yang dalam dan menarik bagi para penontonnya. Hal ini terbukti dari netizen yang mengincar beberapa hal soal serial tersebut di jagat maya.

Salah satu hal yang menarik dari Gadis Kretek selain ceritanya adalah lokasi syutingnya yang ternyata banyak mengambil latar di Jawa Tengah.

Jika kamu sudah membaca novel Gadis Kretek, kamu pastinya tahu bahwa lokasi tempatnya mengambil di kawasan Jawa Tengah. Salah satunya ‘Kota M’ yang merupakan kota Muntilan di Kabupaten Magelang.

Namanya untuk kesuksesan film, pastinya pastinya para pihak produksi melakukan semua hal dengan totalitas, termasuk mencari lokasi syuting yang mereka buat semirip mungkin dengan visualisasi yang tergambarkan dalam cerita.

Dalam informasinya, proses syuting Gadis Kretek berlangsung pada akhir Agustus 2022 yang lalu.

Adapun tim produksi serial tersebut menyulap sejumlah titik lokasi di kompleks pasar tersebut tim produksi sulap menjadi pasar zaman dahulu era 1960-an.

BACA JUGA: Jadi Lokasi ‘Kota M’ dalam Gadis Kretek, Ini Profil Muntilan, Kota di Jawa Tengah yang Unik

Lapak pedagang kayu juga ada yang terubah menjadi sejenis warung, restoran jadul, serta gudang penyimpanan rokok kretek. Salah satu pemilik lapak di Pasar Kayu Muntilan menyebut bahwa pihak produksi mengubah beberapa lapak.

“Dulu dibuat kayak warung itu kayak pasar di dalam. Dibuat stand-stand ada rokok tembakau sayuran mainan. Kayak pasar gitu,” terangnya.

Penyewaan berbagai lapak untuk lokasi syuting Gadis Kretek

Evi pun juga mengaku bahwa lapak tempat ia berjualan disewa selama sepekan. Sebagai kompensasinya ia mendapat Rp 15 juta.

Selama penyewaan tersebut. tim produksi mengelola bangunan tersebut untuk pembuatan film.

Hal itu membuatnya tidak bisa berjualan seperti biasa. Kayu-kayu yang biasa ada di lapaknya pun terpaksa mereka pindah ke lokasi lain.

Evi tak menampik bahwa proses syuting di lokasi itu juga membutuhkan biaya tambahan, namun ia tidak terlalu mempermasalahkan karena nominal biaya sewa yang terbayarkan tergolong tinggi.

“Disewa dulu 1 minggu tapi dari pengosongan kan seminggu sama mengubah-ngubah tempat kan satu minggu jadi kurang lebih ya setengah bulan jadi proses pengembalian seperti ini lagi,” jelasnya.

Ia juga membeberkan bahwa beberapa pemilik lapak lokasi syuting serial itu sepertinya juga mendapatkan kompensasi dari penyewaan. Harganya pun beragam dari Rp 5 juta hingga Rp 12 juta.

BACA JUGA: Ini Lokasi Syuting Gadis Kretek, Museum Kretek di Kudus

Selain itu ia beserta seratusan warga sekitar seperti pegawai toko, kuli dan pengantar kayu juga berkesempatan untuk menjadi pemain figuran dalam serial Gadis Kretek yang merupakan adaptasi dari novel karya Ratih Kumala tersebut.

Besarannya sekitar Rp150 ribu dalam sehari. Adapun Evi sendiri sempat membantu menjadi pemain figuran selama sepekan.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp