Nasional

Lonjakan Harga Plastik Imbas Perang, Pemprov Jateng Minta Warga Gencarkan Zero Plastic

×

Lonjakan Harga Plastik Imbas Perang, Pemprov Jateng Minta Warga Gencarkan Zero Plastic

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi botok plastik. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi botok plastik. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah belum melakukan pemantauan khusus terkait kenaikan harga plastik di pasaran yang disebut-sebut terdampak perang Iran-AS.

Kepala Disperindag Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih memprioritaskan pemantauan terhadap komoditas bahan pokok penting serta potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Belum, belum kita ke sana [lonjakan harga plastik]. Tapi kalau secara dampak, kemudian apa yang kita lakukan, kita belum,” ujar Emmy saat beritajateng.tv jumpai di kompleks DPRD Provinsi Jawa Tengah, Senin, 6 April 2026 sore.

Emmy menjelaskan, fokus utama pemantauan saat ini masih pada bahan pokok penting karena komoditas tersebut berpengaruh langsung terhadap masyarakat.

“Kami saat ini yang kami pantau kami utamakan adalah bahan pokok penting, kemudian kenaikan BBM itu kami pantau dulu,” katanya.

BACA JUGA: Harga Plastik Naik Drastis, Ini Penyebabnya Menurut Sekjen Inaplas Fajar Budiono

Ia menegaskan, kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga berbagai komoditas lain, terutama dari sisi distribusi.

“Karena begitu BBM itu naik, itu semua pasti akan naik. Karena dampaknya ke distribusi,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini ia memastikan kondisi harga di pasar Jawa Tengah masih relatif stabil dan belum terdampak konflik global.

“Alhamdulillah dari seluruh pasar se-Jawa Tengah yang kami pantau melalui dinas kabupaten/kota, saat ini belum terdampak,” jelas Emmy.

Menurutnya, jika terdapat kenaikan harga di pasaran, hal tersebut lebih terpengaruhi faktor musiman seperti Lebaran.

“Kalaupun naik itu ya hanya karena Lebaran, permintaan meningkat dan suplai tidak seimbang,” imbuhnya.

Disperindag Singgung Dorongan Zero Waste di Tengah Kenaikan Harga Plastik

Di tengah isu kenaikan harga plastik, Emmy justru menyoroti pentingnya pengurangan penggunaan plastik dalam jangka panjang. Ia menyebut momentum ini dapat dimanfaatkan untuk kembali mendorong gerakan pengurangan sampah plastik atau zero waste.

“Memang kita harus mulai lagi mendorong ke arah zero waste. Kalau dulu kan sempat ada zero plastic terus berhenti, itu yang harus kita dorong lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang di tengah dinamika harga bahan baku plastik global.

Sementara itu, dari sisi impor, Emmy memastikan hingga saat ini belum ada gangguan terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri. Ia menjelaskan, Jawa Tengah tidak terlalu bergantung pada bahan baku dari Amerika Serikat, sehingga dampak konflik global terhadap impor relatif terbatas.

“Untuk impor saat ini belum ada, masih aman. Tidak banyak mengambil bahan baku dari Amerika,” tandas Emmy.

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik, yang terpicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.

Maman mengakui bahwa sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik, tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman Senin, 6 April 2026, seperti beritajateng.tv kutip dari Antara.

Ia mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik. Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.

BACA JUGA: Harga Plastik Meroket Imbas Konflik Global, Viral Meme Kemasan Pakai Daun Pisang

Sebelumnya, harga plastik di dalam negeri terlaporkan melonjak 30-80 persen menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel, dan Iran. Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.

Gangguan pendistribusian nafta, yakni turunan minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global di sebut sebagai pemicu utama kenaikan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp