SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga plastik di Indonesia belakangan menjadi sorotan pelaku industri. Lonjakan ini dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global yang berdampak langsung ke sektor manufaktur dalam negeri.
Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) mengungkapkan bahwa faktor utama kenaikan harga plastik berasal dari situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Gangguan Pasokan Nafta Jadi Pemicu
Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menjelaskan bahwa plastik diproduksi dari nafta, yaitu turunan minyak bumi. Sementara itu, sebagian besar pasokan nafta dunia berasal dari kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.
BACA JUGA: Viral Penumpang Bus Dapat Kursi Plastik Padahal Bayar Rp420 Ribu, Bikin Warganet Emosi
Konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran di sebut menjadi pemicu utama terganggunya distribusi bahan baku tersebut.
“Akibat perang, jalur distribusi seperti Selat Hormuz tertutup, sehingga pasokan nafta yang sekitar 70 persen berasal dari Timur Tengah tidak bisa dikirim ke industri petrokimia,” ujar Fajar.
Selain jalur distribusi, fasilitas produksi juga ikut terkena imbas. Sejumlah kilang minyak di Arab Saudi dan negara-negara Teluk terlaporkan terdampak konflik, sehingga produksi bahan baku semakin terbatas.
Kondisi ini memperparah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar global.
“Dampaknya tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga hampir di seluruh dunia,” tambah Fajar.
Dampak Global ke Industri Dalam Negeri
Ketergantungan industri plastik terhadap bahan baku impor membuat gejolak global cepat terasa di dalam negeri. Kombinasi gangguan distribusi dan produksi menyebabkan harga plastik naik dalam waktu relatif singkat.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha, terutama sektor manufaktur yang bergantung pada bahan plastik sebagai komponen utama produksi.
BACA JUGA: Sulap Plastik Bekas Jadi Rupiah, Petani Blora Isi Waktu Luang Bikin Kerajinan Tangan
Dengan kondisi geopolitik yang masih memanas, pelaku industri harapannya dapat mengantisipasi dampak lanjutan dari kenaikan harga plastik dalam waktu dekat. (*)





