SEMARANG,beritajateng.tv – Selama satu bulan terakhir, Luna Maya, seorang artis, berada di Kota Semarang untuk mengambil bagian dalam pengambilan gambar film horor terbaru yang berjudul Panggonan Wingit. Sinopsis film tersebut menunjukkan berlatar belakang di Kota Semarang pada tahun akhir 1980-an.
Luna Maya mengungkapkan bahwa ia memainkan peran utama dalam film tersebut. Karakter utama menceritakan seorang perempuan yang mewarisi sebuah hotel dari ayahnya.
Tak tanggung-tanggung, film tersebut kini mengambil lokasi syuting di hotel kawasan Rinjani. Semarang. Hotel tersebut disulap menjadi Panggonan Wingit atau tempat paling angker.
Arsitektur bangunan lama di tempat tersebut sangat mendukung dalam cerita film ini. Tak hanya itu, lokasi Kota Lama juga menjadi tempat syuting fim ini karena flashback pada tahun ’20-an dan ’50-an.
Proses syuting di Semarang tersebut berlangsung kurang lebih selama sebulan. Luna Maya mengaku bahwa ia sudah mencoba hampir semua makanan khas Kota Semarang.
Baca Juga: Film Panggonan Wingit, Tayang di Bioskop 30 November 2023, Berikut ini Sinopsisnya
Ia mengatakan bahwa ada satu kuliner yang paling enak menurutnya yaitu adalah Soto Bokoran.
“Soto Bokoran paling suka, enak banget,” ujarnya.
Mengetahui hal itu, tentu kuliner yang satu ini kembali menjadi sorotan para wisatawan yang hendak liburan ke Semarang. Soto Bokoran merupakan soto ayam yang cukup lagendaris.
Bagi wisatawan yang hendak ingin mencicipi kuliner satu ini bisa mengunjunginya di berbagai tempat salah satunya terletak di Jl. Plampitan No.55, Semarang. Warung di tempat tersebut sudah berdiri sejak tahun 1949 dan menjadi langganan pecinta soto dari generasi ke generasi.
Awal Mula Soto Bokoran
Soto Bokoran 1949 dianggap sebagai warisan kuliner klasik dari Semarang, dan itulah mengapa selalu menjadi tujuan kuliner yang diminati di kota ini. Lokasi warung ini sangat strategis, sehingga mudah diakses.
Nama ‘Bokoran’ berasal dari kampung di Semarang, yaitu kampung Bokoran. Inilah tempat di mana soto pertama kali diciptakan, oleh karena itu dinamakan soto Bokoran.
Pada awalnya, pelanggan soto Bokoran terbatas pada komunitas Tionghoa yang tinggal di sekitarnya. Kemudian, kelezatan soto Bokoran mulai tersebar secara lisan dan menjadi terkenal di berbagai daerah.
Itulah kuliner khas Semarang yang paling enak di lidah Luna Maya ketika menjalankan proses syuting film horor Panggonan Wingit di Semarang.(*)





