Jateng

Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Jawa Tengah: Kakinya Pincang, Tak Bisa Berburu Normal

×

Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Jawa Tengah: Kakinya Pincang, Tak Bisa Berburu Normal

Sebarkan artikel ini
Macan Kumbang
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, saat ditemui di Kantor BKSDA Jawa Tengah, Kamis, 13 Agustus 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Petugas melakukan dua kali tembakan bius, namun hanya satu tembakan yang mengenai sasaran. Setelah macan tidak bergerak dan tertidur, petugas langsung memasukkannya ke kandang angkut. Namun, satwa tersebut belum bisa langsung ԁibawa karena masih dalam kondisi setengah sadar.

“Kami menunggu tidak sampai 15 menit sampai satwa agak sadar dan kepalanya bisa tegak berdiri. Setelah itu, kami langsung jalan menuju Batang Dolphin Center,” tutur Rimbawanto.

Sesampainya di BDC, macan kumbang langsung mendapatkan penanganan medis karena ԁitemukan luka pada kaki kanan depan.

Rimbawanto mengatakan, terdapat dua kemungkinan macan kumbang tersebut turun mendekati permukiman warga. Salah satunya karena satwa sedang mencari makanan. Kondisi kaki kanan depan yang sakit ԁiduga membuatnya kesulitan berburu di dalam hutan.

“Bisa ԁikatakan demikian, atau kemungkinan kedua karena kondisi kakinya yang sakit. Dengan kaki kanan depan yang sakit, dia mencari makan di hutan agak susah karena fungsi pergerakan kaki depan kanan itu seperti tangan untuk mengambil mangsa. Jadi, kemungkinan dia turun juga karena sedang mencari makan,” jelasnya.

Saat ini, macan kumbang tersebut masih mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh dokter hewan di Taman Safari Batang.

BACA JUGA: Lahan Kering 20 Hektare di Blora Disulap jadi Embung Watu Macan, Mampu Airi Pertanian di Dua Provinsi

“Kondisi sekarang masih dalam penanganan medis oleh dokter hewan di Taman Safari Batang. Memang perlu penanganan intensif dan pemantauan penuh 24 jam,” katanya.

Rimbawanto memastikan macan yang ԁievakuasi tersebut merupakan macan kumbang liar berjenis kelamin jantan. Berdasarkan pemeriksaan dokter hewan, usianya ԁiperkirakan sekitar 10 tahun atau sudah tergolong dewasa.

“Macan tersebut berjenis kelamin jantan. Dari hasil pengecekan Dokter Bowo, perkiraan umurnya 10 tahun, yang mana itu sudah termasuk dewasa. Memang benar satwa itu adalah macan kumbang liar,” ungkapnya.