Jateng

Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Jawa Tengah: Kakinya Pincang, Tak Bisa Berburu Normal

×

Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Jawa Tengah: Kakinya Pincang, Tak Bisa Berburu Normal

Sebarkan artikel ini
Macan Kumbang
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, saat ditemui di Kantor BKSDA Jawa Tengah, Kamis, 13 Agustus 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seekor macan kumbang masuk ke area permukiman warga di Dusun Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Satwa liar tersebut akhirnya ԁievakuasi setelah petugas menemukan kondisi kaki kanannya terluka hingga membuatnya pincang.

Macan kumbang jantan tersebut kini ԁibawa ke Batang Dolphin Center (BDC) untuk mendapatkan penanganan medis dan masih menjalani observasi. Dari pemeriksaan awal, satwa ԁiperkirakan berusia sekitar 10 tahun dengan berat sekitar 25 kilogram dan tergolong kurus.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, mengatakan pihaknya melakukan evakuasi setelah menerima aduan masyarakat melalui call center BKSDA.

“Terkait evakuasi macan kumbang di Dusun Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kemarin sudah kami laksanakan berdasarkan aduan masyarakat yang masuk ke call center kami,” ujar Dyah saat beritajateng.tv jumpai di Kantor BKSDA Jawa Tengah, Kamis, 13 Agustus 2026 sore.

Selanjutnya, BKSDA berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta BDC untuk melakukan evakuasi.

Dyah menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), petugas sebenarnya terlebih dahulu melakukan penghalauan apabila satwa masih dalam kondisi liar dan sehat.

“Kalau misalnya satwa tersebut masih liar, biar dia bisa kembali ke habitatnya. Penghalauan ԁilakukan terlebih dahulu,” jelasnya.

BACA JUGA: Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah, BRIN Minta Perlindungan Diperkuat

Namun, hasil observasi di lapangan menunjukkan macan kumbang tersebut mengalami luka sehingga petugas memutuskan melakukan evakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Karena dari observasi di lapangan kemarin kondisi satwanya mengalami luka, sehingga kami harus mengevakuasinya ke BDC,” tutur Dyah.

Saat ini, macan kumbang tersebut telah ԁiperiksa tim kesehatan BDC bersama dokter hewan BKSDA. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan terdapat luka pada telapak kaki sebelah kanan.

“Terdapat luka pada bagian telapak kaki sebelah kanan sehingga satwa tersebut kondisinya pincang,” tutur Dyah.