SEMARANG, beritajateng.tv – Mahjong mulai menemukan wajah baru di Kota Semarang. Permainan ubin yang selama ini lekat dengan tradisi masyarakat Asia Timur itu kini fomo di kalangan anak muda hingga lansia.
Aktivitas bermain mahjong tidak lagi hanya berlangsung di lingkungan keluarga atau komunitas tertentu. Permainan ini mulai masuk ke kafe, ruang komunitas, hingga ajang kompetisi.
Fenomena tersebut terlihat dalam kegiatan Mahjong On The Street yang mempertemukan sejumlah komunitas mahjong di Semarang. Para pemain datang dari berbagai latar belakang dan usia.
Penyelenggara Mahjong On The Street, Melly Pangestu, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa mahjong mulai dterima sebagai permainan yang terbuka bagi siapa saja.
BACA JUGA: Gelar Mahjong Merdeka 2026 di Semarang, GEKRAFS Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Turnamen Mahjong Terbesar se-Jateng
“Dulu yang bermain memang orang-orang yang kira-kira sudah umur lansia. Tetapi sekarang kita bisa melihat FOMO bermain Mahjong yang di ikuti dari anak-anak hingga tingkat lansia,” kata Melly.
Menurutnya, mahjong tidak hanya membawa unsur tradisi dan kebudayaan. Permainan tersebut juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi olahraga karena membutuhkan kemampuan berpikir cepat, menyusun strategi, serta merespons situasi permainan.
“Sekarang mau kita masukkan untuk menjadi sebuah cabang olahraga (Cabor). Semoga bisa segera terwujud,” ujarnya.
Kompetisi mahjong juga mulai bermunculan di sejumlah kota. Selain Semarang, kegiatan serupa telah berkembang di Jakarta, Surabaya, dan Solo.
Dalam Mahjong On The Street di Semarang, salah satu nomor permainannya adalah chicken hand. Melly menyebut nomor tersebut sebagai permainan dasar yang relatif mudah bagi pemula untuk belajar.
Mulai Lepas dari Stigma Judi
Salah satu tantangan mahjong adalah stigma lama yang mengaitkannya dengan perjudian. Melly menilai persepsi tersebut perlu kita bedakan dari bentuk permainan mahjong yang kini berkembang sebagai aktivitas komunitas.
“Banyak orang memikirkan bahwa Mahjong ini adalah sebuah permainan judi. Tapi bisa kita lihat sekarang ini bukan permainan judi. Ini adalah permainan asah otak dan juga fisik,” katanya.
Menurutnya, permainan mahjong melatih kemampuan pemain dalam membaca situasi, mengambil keputusan cepat, serta menyusun strategi berdasarkan ubin yang dimiliki.
Pemain juga di tuntut memperhatikan gerakan lawan sekaligus menentukan kombinasi ubin yang paling tepat untuk mencapai kemenangan.
“Orang itu di latih untuk sensornya tangan, terutama untuk berlatih mengadu kartu dan juga mengasah otak untuk berpikir secara cepat, respon, dan juga efektif waktu untuk bermain strategi di situ,” jelasnya.
Karena itu, Melly melihat mahjong memiliki peluang untuk menjangkau kelompok pemain yang lebih luas.
“Ini sudah tidak ada lagi judi-judian. Mahjong sendiri sebetulnya tidak sulit. Semua orang bisa bermain, bahkan anak-anak pun sekarang sudah mulai bermain,” ujarnya.
Ia menyebut pemain pemula tidak harus memiliki latar belakang tertentu. Orang yang sebelumnya terbiasa bermain kartu seperti bridge atau poker dinilai relatif mudah beradaptasi dengan permainan mahjong.
Banyak Komunitas Mahjong Bermunculan di Semarang
Perkembangan mahjong juga ditopang oleh munculnya sejumlah komunitas di Kota Semarang. Meli menyebut beberapa komunitas, di antaranya Mamajong, Huhu House, dan Haimajong.
Dalam kegiatan Mahjong On The Street, komunitas-komunitas tersebut berkumpul dalam satu arena. Pertemuan itu sekaligus membuka ruang interaksi antarpemain.
“Khusus hari ini semua komunitas ada di sini. Kita undang untuk bermain karena kita menggunakan bendera kafe saja,” kata Melly.
Menariknya, perkembangan komunitas mahjong juga mulai menghapus anggapan bahwa permainan tersebut hanya diperuntukkan bagi kelompok keturunan Tionghoa.
Dia menegaskan bahwa mahjong dapat dimainkan siapa saja tanpa melihat latar belakang suku maupun keturunan.
“Bisa dilihat hari ini kita berbaur karena ini adalah sebuah permainan strategi. Jadi tidak ada lagi istilahnya sekat antara yang bermain harus dari suku tertentu. Ini terbuka untuk umum,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut pemain dari berbagai latar belakang kini ikut bergabung dalam komunitas mahjong.
“Jadi semuanya boleh main tanpa sekat, tanpa perbedaan. Welcome to Mahjong,” ujarnya.
Belajar Mahjong Mulai dari 13 Ubin
Bagi pemula, permainan mahjong mungkin terlihat rumit karena menggunakan banyak ubin dengan kombinasi tertentu. Namun, Melly mengatakan aturan dasar dapat dipelajari secara bertahap.
Dalam permainan chicken hand, pemain menerima 13 ubin dan berusaha membentuk kombinasi hingga menjadi 14 ubin untuk dinyatakan menang.
“13 kartu ini untuk jadi 14 kartu, berarti dia harus punya kembar ataupun berurutan,” jelasnya.
Kombinasi tersebut pada dasarnya disusun menjadi kelompok-kelompok tiga ubin, baik dalam bentuk urutan maupun ubin yang sama. Pemain juga membutuhkan satu pasangan ubin.
“Jadi kalau tidak ada yang kembar di ujung ini, kita juga enggak bisa menang. Hanya mengurutkan 2, 3, 4 atau 5, 6, 7 atau kembar sesuai dengan angkanya,” kata Melly.
Dengan aturan dasar tersebut, pemain dapat mulai memahami cara membaca kombinasi, memperkirakan langkah lawan, dan menentukan strategi.
Tempat Belajar Mahjong di Semarang
Melly mengatakan masyarakat yang tertarik mencoba mahjong tidak perlu langsung mengikuti kompetisi. Pemula bisa terlebih dahulu mempelajari aturan dasar dan mencoba permainan bersama komunitas.
Salah satu tempat yang dapat menjadi lokasi belajar adalah Mabar 33 di Jalan Seroja 3 Nomor 3, Semarang.
“Buat semuanya yang mau belajar bisa ke Mabar 33. Di sana tinggal sewa mesinnya saja. Kita coaching, kita berikan pengetahuan tentang Mahjong ini secara gratis,” kata dia. (*)





