Gaya Hidup

Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judol: Poster Dibuat AI

×

Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judol: Poster Dibuat AI

Sebarkan artikel ini
Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judol: Poster Dibuat AI
Pertandingan Mahjong on the street di kawasan Pecinan Semawis Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Mahjong itu adalah sebuah permainan, kalau boleh dibilang sebuah permainan dari kartu Tiongkok. Dulu yang bermain memang orang-orang yang kira-kira sudah lansia. Tetapi sekarang kita bisa melihat FOMO bermain Mahjong yang diikuti dari anak-anak hingga tingkat lansia,” tuturnya.

Menurut Melly, Mahjong memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Karena itu, komunitasnya berharap permainan tersebut suatu saat dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga.

“Ini sebuah tradisi, sebuah kebudayaan, tetapi juga sekarang mau kita masukkan untuk menjadi sebuah cabang olahraga. Semoga bisa segera terwujud karena Mahjong ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda,” katanya.

Kompetisi Mahjong juga mulai muncul di sejumlah kota. Selain Semarang, Melly menyebut kegiatan serupa berkembang di Jakarta, Surabaya, dan Solo.

Dalam kompetisi di Semawis, peserta memainkan kategori chicken hand yang disebut sebagai salah satu format paling dasar dalam permainan Mahjong.

Melly menjelaskan Mahjong membutuhkan kemampuan membaca situasi, kecepatan merespons, serta menyusun strategi.

Ia menilai karakter tersebut membuat Mahjong berbeda dari anggapan bahwa permainan ini identik dengan perjudian. “Ini adalah permainan asah otak dan juga fisik,” ujarnya.

Menurut dia, pemain harus menggunakan koordinasi tangan sekaligus berpikir cepat dalam menentukan langkah.

“Orang itu di latih untuk sensor tangan, terutama untuk berlatih mengadu kartu, dan juga mengasah otak untuk berpikir secara cepat, respons, dan efektif waktu untuk bermain strategi,” katanya.

Melly juga menyebut permainan tersebut relatif mudah bagi masyarakat mempelajarinya. Terutama bagi yang sudah terbiasa memainkan permainan kartu seperti bridge atau poker.

“Kalau orang yang biasa bermain kartu, bridge ataupun poker, pasti bisa bermain Mahjong. Buat semuanya yang mau belajar, silakan belajar,” tuturnya.

Perkembangan Mahjong di Semarang juga di tandai dengan munculnya sejumlah komunitas. Melly menyebut Mamajong, Hu House, dan Hay Mahjong sebagai beberapa komunitas yang ikut meramaikan aktivitas Mahjong di Kota Semarang.

Ia menegaskan permainan tersebut tidak tertuju hanya bagi kelompok masyarakat tertentu.