SEMARANG, beritajateng.tv – Make up syar’i tanpa bulu mata dan kerik alis semakin populer di kalangan wanita muslimah. Makeup ini sendiri lebih menonjolkan kecantikan alami dan tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian.
Salah satu pegiat fashion di Kota Semarang yang sekaligus founder dari Meilleur Ami, Rani Nelasari mengungkapkan bahwa butiknya telah mengaplikasikan make up syar’i selama satu tahun kebelakang.
Menurut Rani, mengenalkan make up syar’i khususnya di dunia pesta pernikahan cenderung tidak mudah. Perlu waktu untuk dapat mengedukasi calon pengantin terkait tren make up yang satu ini.
“Make up syar’i itu tidak memakai bulu mata palsu dan tidak mencukur alis. Itu tentu sangat segmented ke muslimah, apalagi pernikahan. Perlu edukasi lagi karena kita fokus make up syari juga baru satu tahun,” jelasnya kepada beritajateng.tv, hari Rabu (3/5/2023).
Tren Make Up Syar’i
Rani menceritakan, dalam satu tahun perjalanan mengenalkan make up syar’i, terdapat banyak penolakan dari calon pengantin. Terlebih, waktu itu tren make up syari belum terlalu familiar di Kota Semarang.
Meski begitu, Meilleur Ami tak kehabisan ide. Rani mengaku timnya telah memprediksi akan muncul rasa ragu bahkan penolakan dari calon pengantin. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ia tawarkan adalah memberikan tes makeup.
“Sejauh ini, dalam setahun kita berjalan, pasti ada yang ragu dan menolak. Akhirnya kita kasih tes make up, dan hasilnya mereka seneng. Karena kita punya trik khusus juga, bukan berarti tanpa bulu mata palsu dan kerik alis terus gitu aja,” ujarnya.
Menjalankan bisnis dengan segmentasi jelas dan tertutup tentu bak dua sisi mata uang. Ada positif dan ada negatifnya. Rani pun menyadari hal tersebut.
“Kekurangannya target konsumen jelas lebih sempit, mau mengembangkan ke mana juga banyak barriernya. Contohnya tadi waktu menerapkan tanpa cukur ukur dan bulu mata palsu, kita sempet kehilangan banyak pelanggan,” ungkap Rani.
Namun, Rani tak menampik bahwa sisi positif dari bisnis muslimah tentu lebih besar. Selain menjalani bisnis sesuai kata hati, berkat konsistensi dan komitmennya terhadap syariat Islam, Meilleur Ami berhasil menjadi trend setter busana muslim di Kota Semarang.
“Kami berusaha menyajikan apa yang kami sudah tau dan sudah kami pelajari. Lambat laun, Meilleur Ami dijadikan kiblat, ditiru juga, butik yang awalnya nggak fokus ke muslimah, sekarang banyak yang muslimah. Sekarang orang cari busana muslimah langsung kepikiran Meilleur Ami,” katanya (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





