SEMARANG, beritajateng.tv – Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd, memberikan peringatan tegas kepada mahasiswa baru agar mewaspadai maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang semakin menyasar kalangan muda.
Pesan ini disampaikan dalam acara penyambutan 4.186 mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Serba Guna Unimus pada Senin, 8 September 2025.
“Jangan mau terkena pinjaman online, jangan mau ikut judi online. Itu menyusahkan, bisa merusak masa depan,” tegas Prof. Masrukhi di hadapan ribuan mahasiswa baru.
BACA JUGA: Targetkan Kampus Go Internasional, Unimus Sambut 33 Mahasiswa Asing dari 8 Negara
Unimus menyediakan layanan bimbingan dan konseling bagi seluruh mahasiswa, terutama mereka yang datang dari luar Jawa atau daerah terpencil.
“Jika ada masalah, jangan dipendam. Silakan datang ke bimbingan konseling. Kampus selalu siap membantu,” ujar Prof. Masrukhi.
Modus Penipuan dan Jebakan Bisnis Gaib
Pada kesempatan yang sama, Komite Etik Bimbingan Konseling Unimus, Siti Aminah, mengingatkan mahasiswa baru agar lebih selektif dalam bergaul, baik secara langsung maupun di media sosial.
Menurutnya, banyak modus untuk menjebak mahasiswa, mulai dari ajakan kenalan lewat media sosial, pertemuan di tempat tertentu, hingga bujuk rayu untuk ikut bisnis yang ternyata bermodel MLM (Multi Level Marketing) berkedok investasi gaib.
“Biasanya mahasiswa diajak jalan, lalu dikenalkan pada sebuah komunitas atau bisnis. Di situ ada influencer yang menggiring mereka untuk ikut investasi palsu. Ada juga yang ujung-ujungnya di arahkan ke pinjol atau bahkan judi online,” ujar Aminah.
Jaga Kekompakan, Jangan Mudah Terjebak
Rektor menegaskan pentingnya solidaritas antar mahasiswa untuk saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam praktik merugikan. Mahasiswa diminta lebih selektif dalam pergaulan, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
“Jagalah kekompakan sesama mahasiswa. Jangan mudah percaya ajakan yang mengarah ke bisnis atau pinjaman mencurigakan. Ingat, masa depan kalian jauh lebih berharga,” pesan Prof. Masrukhi.
BACA JUGA: Unimus Kukuhkan Guru Besar Bidang Biomedik, Teliti Pencegah Anemia Terkait Paparan Plumbum
Ia berharap mahasiswa baru Unimus dapat tumbuh sebagai generasi intelektual yang kritis, cerdas dalam mengambil keputusan, serta mampu menjauhi praktik-praktik yang dapat merusak masa depan seperti judol, pinjol, dan investasi bodong.
“Kelak ketika menjadi profesional di bidang apapun, apakah ilmuwan, politisi, atau pengusaha, nilai-nilai keislaman itu mendasari aktivitas mereka. Sehingga kelak tidak usahlah korupsi ya, tidak usahlah ketangkap KPK itu enggak usah ya,” tutupnya. (*)
Editor: Farah Nazila





