Masak Menu Stunting Baduta dan Ibu Hamil Serentak di 177 Kelurahan Semarang

Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan jajaran memasak menu stunting buku resep Megawati. /Foto: Ellya.

Mbak Ita Gunakan Buku Resep Presiden Kelima Megawati Soekarno Putri sekaligus Bertepatan dengan Ulang Tahun Ketum PDI Perjuangan itu.

Semarang, 23/1 (BeritaJateng.tv) – Mewujudkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat, sejahtera dan bebas stunting, Pelaksana tugas atau Plt Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dipusatkan di Agrowisata Sodong, Purwosari Kecamatan Mijen, Senin (23/1).

Kegiatan ini digelar serentak di 177 kelurahan se-Kota Semarang sekaligus bersamaan dengan peresmian hasil kegiatan OPD tahun 2022.

Dalam pengarahannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut menyampaikan mengenai prioritas pembangunan kota Semarang tahun 2023 yakni penanganan banjir dari hulu ke hilir serta penanganan stunting.

“Hari ini kami memulai gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Dimulai dari senam, dan dilanjutkan memasak menu sehat bergizi untuk Baduta dan Ibu hamil yang resepnya dari Ibu Megawati. Karena saya hari ini memakai menu resep dari beliau yang kebetulan hari ini berulang tahun tepat pada 23 Januari. Beliau ini yang memberikan inspirasi kita semuanya terutama kaum perempuan agar kita bisa memberikan menu yang sehat untuk menyongsong generasi emas tahun 2045,” ujar Mbak Ita.

Ia menuturkan bahwa Germas serentak ini sekaligus sebagai wujud edukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan, pemberdayaan diri dan lingkungan guna mewujudkan ketahanan pangan.

“Guyub rukun hari ini menunjukkan semangat kita bersama memasak menu sehat untuk masyarakat sehat sejahtera. Dimulai dengan kegiatan senam bersama, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, balita dan lansia serta memasak menu sehat bergizi untuk anak-anak,” lanjut Ita.

Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada balita melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama tumbuh kembang anak. Karenanya, treatment dan edukasi pun harus diberikan mulai dari ibu hamil sehingga kehamilan dan bayi yang dilahirkan sehat.

Ita pun optimis di tahun 2023 ini angka stunting di Kota Semarang ditargetkan tuntas terselesaikan dari angka awal 1.400 menjadi 0 kasus.

“Menu memasak yang dipraktekkan ini mudah dan sehat dengan bahan dasar lokal, tidak harus impor, seperti mie dari wortel atau sorgum bola udang dan lainnya,” terang Ita.

“Ibu Megawati sebagai presiden perempuan pertama menyampaikan seharusnya kasus stunting di Indonesia Nol, ini karena di sini semua bahan makanan bergizi ada. Tinggal bagaimana seorang ibu membuat menu sehat untuk keluarga dan diri sendiri, serta suami mendorong agar istri terpenuhi gizinya, ” terangnya.

Menurutnya, semua jajaran pemerintah kota Semarang bergerak agar angka stunting bisa nol. “Bapak Presiden menargetkan agar stunting turun mencapai 14 persen. Di Kota Semarang kan tinggal 1.400 atau 1,6 persen. Saya rasa itu tidak susah dengan konsep bergerak bersama semua elemen masyarakat bisa terlibat untuk mengatasi stunting, ” katanya. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan