Artanto menegaskan, petugas di lapangan tidak melakukan penindakan represif. Aparat memilih pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat. Ia memastikan, kembang api tersebut berasal dari warga masyarakat, bukan dari instansi atau kegiatan resmi.
BACA JUGA: Ganti Kembang Api Jadi Sholawatan, Ahmad Luthfi Minta Warga Jateng Rayakan Tahun Baru dengan Doa
“Petugas kami di lapangan semalam sudah melakukan tindakan persuasif dan edukatif. Sifatnya mengingatkan dan imbauan yang humanis. Yang menyalakan kembang api dari warga masyarakat,” tegas Artanto.
Lebih lanjut, Artanto menekankan fokus utama Polda Jawa Tengah pada malam pergantian tahun adalah menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
“Fokus utama kami semalam adalah memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas agar tidak ada insiden yang membahayakan nyawa,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













