SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah menyampaikan pesan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang meminta warga Jawa Tengah tak berlebihan dalam merayakan malam Tahun Baru 2026.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Masrofi, menyebut Luthfi meminta seluruh warga di 35 kabupaten/kota untuk tak menggelar pesta kembang api, melainkan menggantinya dengan kegiatan doa bersama seperti sholawat untuk korban bencana. Hal itu Masrofi ungkap saat beritajateng.tv jumpai langsung di kantornya, Selasa, 30 Desember 2025 sore.
“Terpisah, ini Bapak Gubernur Jawa Tengah meminta masyarakat di 35 kabupaten/kota agar tidak berlebihan dalam merayakan malam tahun baru 2026. Beliau menyarankan pesta kembang api diganti dengan kegiatan sholawat atau doa bersama untuk korban bencana,” ujar Masrofi.
Masrofi menjelaskan, imbauan tersebut Luthfi sampaikan karena mempertimbangkan kondisi sejumlah wilayah di Indonesia yang tengah mengalami bencana, termasuk di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Amankan Perayaan Pergantian Tahun, Polres Semarang Siagakan 381 Personel di Pusat Keramaian
“Karena beliau melihat beberapa wilayah yang ada di Indonesia itu terkena bencana, termasuk di tempat kita juga ada bencana. Jadi isi dengan doa-doa bersama,” jelas Masrofi.
Ia menegaskan perayaan malam tahun baru tetap boleh dilakukan, namun dengan porsi yang wajar dan disertai empati terhadap sesama.
“Nanti hiburan seperlunya, tetapi saya minta sisipkan doa untuk masyarakat kita. Itu imbauan dari Bapak Gubernur,” ujarnya.
Masrofi menilai situasi kebencanaan yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menahan euforia berlebihan saat menyambut pergantian tahun.
“Dengan adanya kejadian-kejadian, bencana dan lain sebagainya, ya kita tentu ikut merasakan sedih. Sehingga tahun baru ya tidak usah euforia yang berlebihan. Tidak usah pakai kembang api. Kita patuhi saja,” kata Masrofi.
Yakin Larangan Kembang Api Malam Tahun Baru Tak Turunkan Minat Wisatawan ke Jateng
Lebih jauh, Masrofi memastikan imbauan untuk tidak menggelar pesta kembang api tidak akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.





