Pendidikan

Masih Ada Siswa SMP Belum Bisa Baca, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Sebut Mutu Pendidikan Turun

×

Masih Ada Siswa SMP Belum Bisa Baca, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Sebut Mutu Pendidikan Turun

Sebarkan artikel ini
SMP Kabupaten Semarang
Ilustrasi para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Ia menyebut ada pula siswa yang rata-rata hanya dititipkan atau diasuh oleh neneknya, sementara orang tuanya bekerja atau tidak tahu ke mana. Sehingga, perhatian pada pendidikan anak tidak optimal.

Joko juga menyoroti kurikulum sebelumnya yang tidak memperbolehkan anak atau siswa tinggal kelas. “Sehingga dampaknya seperti apa yang terjadi sekarang ini,” tegasnya.

BACA JUGA: Tiga Puluh Tahun Mengabdi, Kepala SMPN 7 Semarang Berhasil Hadirkan Sederet Inovasi

Dari temuan di lapangan, lanjutnya, kasus siswa yang belum bisa membaca tersebut ada juga yang berasal dari anak inklusi yang sebetulnya butuh pengajar khusus.

“Misalnya seperti guru yang memiliki latar belakang bimbingan konseling dan psikolog. Yang menjadi persoalan guru atau tenaga pendidik siswa inklusi ini juga masih sangat minim,” sorotnya.

Kalaupun ada sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, lanjutnya, karena keterbatasan tenaga pengajar khusus, yang terjadi guru reguler pula yang mengajar.

“Sehingga apa, pendidikan anak yang bersangkutan juga menjadi kurang maksimal, karena selama ini masih guru umum yang bimbing dan mengajar, bukan guru untuk anak inklusi,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp