SEMARANG, beritajateng.tv – Lewat buku Broken Strings, Aurelie Moeremans membagikan pengalaman masa lalunya yang pahit.
Diceritakan bahwa ia sempat menjadi korban grooming, yaitu proses manipulasi bertahap untuk mengendalikan korban secara emosional.
Korban grooming seringkali tidak menyadari manipulasi tersebut, karena pelaku bersikap baik, halus, dan meyakinkan korban.
BACA JUGA: Kejar Panen 10,5 Juta Ton pada 2026, Distanbun Wanti-wanti Masifnya Alih Fungsi Lahan di Jateng
Ciri-ciri korban seperti ketergantungan emosional, rasa bersalah berlebihan, dan takut kehilangan pelaku.
Hal ini terjadi, karena pasangan korban yaitu pelaku kerap bersikap posesif, manipulatif, dan menormalisasi perilaku yang tidak sehat terhadap targetnya.
Dalam memoarnya tersebut, Aurelie mengatakan bahwa dukungan dari orang terdekat sangat penting.
Suaminya, Tyler Bigenho adalah orang yang mendukung Aurelie untuk menulis buku tersebut.
Karier Film Aurelie Moeremans
Terlepas dari kisah hidupnya yang penuh luka, ia tetap berkarier dengan sukses. Hal ini terbukti, karena Aurelie tetap aktif di dunia hiburan dan ia banyak membintangi berbagai macam genre film
Ia membintangi berbagai genre, mulai horor seperti Tarot (2015) dan Kuntilanak (2018), drama romantis LDR (2015) dan Story of Kale: When Someone’s in Love (2020), hingga Story of Dinda: Second Chance of Happiness (2021) dan film aksi Foxtrot Six (2019).
Karakter yang ia perankan beragam, mulai dari perempuan rapuh hingga sosok kuat dengan konflik batin.
Itu menunjukkan bahwa Aurelie mampu beradaptasi.
Keberagaman peran ini memperkuat kariernya, sekaligus membuktikan bahwa ia mampu menjaga profesionalisme meski menghadapi tantangan hidup.
Mantan-Mantan dan Perjalanan Hidup
Beberapa hal yang menarik perhatian publik ialah, Aurelie sempat menjalin hubungan dengan beberapa aktor. Roby Tremonti menjadi sorotan ketika buku Broken Strings viral, meski Aurelie menegaskan tidak pernah menikah dengannya.
BACA JUGA: Apa itu Child Grooming? Viral Lewat Kisah Masa Lalu Aurelie Moeremans
Ia juga pernah dekat dengan Giorgino Abraham (2013), Ciccio Manassero (2015), Marcello Tahitoe alias Ello (2015–2019), dan Hanif Ramadhana, seorang konten kreator.





