Pendidikan

Masuk Masa Tenang, Disdikbud Jateng Ungkap Hasil Jurnal SPMB 2025 Sudah Clear: Tak Boleh Diotak-atik

×

Masuk Masa Tenang, Disdikbud Jateng Ungkap Hasil Jurnal SPMB 2025 Sudah Clear: Tak Boleh Diotak-atik

Sebarkan artikel ini
Jurnal SPMB 2025
Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, usai menghadiri rapat dengan Komisi E di Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis, 19 Juni 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jenjang SMA/SMK negeri kini memasuki tahap masa tenang. Adapun masa tenang ini berlangsung 19-20 Juni 2025.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengungkap pendaftaran telah tutup pada Rabu, 18 Juni 2025 pukul 17.00 lalu.

Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, berharap calon murid baru tetap tenang dan sabar menunggu hasil pengumuman akhir. Hal itu Sadimin ungkap usai menghadiri rapat dengan Komisi E di Kantor DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis, 19 Juni 2025 sore.

BACA JUGA: Jateng Gandeng 56 SMA dan 83 SMK Swasta di SPMB 2025, Kuota 5 Ribu Murid Baru

Sadimin pun berpesan jika calon murid baru tak dapat sekolah yang mereka tuju, bisa bersekolah di tempat lain sesuai kemampuan masing-masing.

“Harapannya calon murid baru tetap tenang, tetap sabar, dan berdoa semoga masuk di sekolah yang dituju dan diimpikan. Seandainya gak masuk [lolos SPMB] bisa sekolah di tempat lain yang sekiranya sesuai kemapuan calon murid baru tersebut,” ungkap Sadimin.

Jurnal SPMB 2025 tak ada yang bisa mengotak-atik selama masa tenang

Lebih lanjut, saat masa tenang atau terhitung sejak tutupnya pendaftaran, Sadimin menegaskan tak ada siapa pun yang bisa mengakses laman jurnal SPMB 2025.

Sadimin pun membenarkan nama-nama yang ada di jurnal SPMB 2025 merupakan hasil akhir.

“Sudah clear, kalau kemarin-kemarin kita butuh 5-15 menit untuk melihat itu. Kalau ini sudah clear, berarti sistem gak berubah-ubah. Harapannya kami, dengan close-nya ini, siapa pun gak boleh mengotak-atik, siapa pun gak boleh membuka akses di sana, sudah final,” tegas Sadimin.

BACA JUGA: Waswas Nama Calon Murid Rawan Tergeser di Jurnal SPMB 2025, Ortu Minta Solusi Alternatif ke Sekolah

Seluruh calon murid yang lolos mesti daftar ulang agar tak ada kursi kosong

Adapun daya tampung SMA/SMK negeri di Jateng seluruhnya sejumlah 227 ribu. Sementara ada 320.524 calon murid baru yang melakukan verifikasi dan aktivasi akun dalam SPMB 2025. Artinya, ada sekitar 93 ribu lebih yang terancam gagal atau tak bisa bersekolah di negeri.

Kendati begitu, Sadimin menyebut nama calon murid baru yang lolos masih bisa berubah lantaran masih ada tahap daftar ulang dan potensi cadangan.

“Biasanya itu ada juga yang tidak daftar ulang karena sudah masuk sekolah swasta. Sistemnya begitu, utamanya masuk berapa, yang tidak daftar ulang berapa. Kalau ada cadangan, nanti diumumkan, nanti [nama calon murid] akan naik,” paparnya.

Jika nama calon murid di daftar cadangan tak melakukan daftar ulang juga, maka kuota sekolah itu tetap tak terpenuhi.

“Kalau cadangan gak daftar ulang berarti ada tempat yang kosong, tempat yang kosong biarlah kosong. Prinsip seharusnya semua bisa daftar biar semua kursi terisi,” pungkas Sadimin. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp