SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak anak-anak muda ikut menjaga ketahanan pangan dengan inovasi makanan berbahan dasar produk lokal.
Upaya tersebut salah satunya adalah dengan menggelar lomba masak berbahan dasar ubi sebagai makanan pendamping beras. Lomba bersamaan dengan penutupan Semarang Introducing Market di Lapangan Pancasila Simpanglima, Minggu 5 Mei 2024.
“Hari ini penutupan Semarang Introducing Market sekaligus penyerahan hadiah dari Jagoan Kita untuk Kita Tani Muda. Ada juga lomba masak menu pendamping beras dengan bahan dasar ubi,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya.
BACA JUGA: Semarang Jadi Kota Terbaik Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Se-Jateng 2023
Mbak Ita, bahkan terkesan dengan kreativitas anak-anak dalam mengolah dan memodifikasi produk hasil pangan lokal menjadi makanan yang lezat dan sehat.
“Ini merupakan salah satu bagian dari upaya menanamkan cinta produk atau hasil lokal. Sekaligus berkarya menjaga ketahanan pangan dengan berbagai inovasi,” jelasnya.
Ia meyakini anak muda memiliki segudang inovasi untuk mengolah dan menjaga ketahanan pangan Indonesia, khususnya Kota Semarang. Anak-anak muda pun menurutnya berhasil menunjukkan hasil karya masakannya melalui lomba ini.
Ia mengaku terkesan karena ubi yang merupakan bahan dasar lokal bisa menjadi beragam makanan lezat dan bergizi.
“Saya terkesan dengan anak-anak muda ini. Sangat luar biasa, karyanya sudah melebihi kami. Dengan bahan dasar lokal, seperti ubi, tapi di olah menjadi aneka makanan dengan platting dan penyajian yang luar biasa,” sebutnya.
Tak hanya itu saja, lanjut dia, ada pula awarding Kita Tani Muda yang juga menunjukkan inovasi dari para anak muda dalam bidang pertanian. Bahkan, hasil inovasi pemenang Kita Tani Muda menarik minat perusahaan besar ke tingkat Nasional.
“Tadi saya ketemu dengan founder Jagoan Kita dan menyampaikan bahwa pemenang membuat tertarik salah satu perusahaan besar nasional di pusat. Tentunya kami mendorong anak-anak ini untuk tetap berkarya. Dengan tetap peduli ketahanan pangan dengan inovasi- inovasinya,” bebernya.





