Jateng

Megawati Absen Bukber Prabowo dan Duluan Kirim Surat Duka Iran, Hersubeno: Berjarak Secara Politik

×

Megawati Absen Bukber Prabowo dan Duluan Kirim Surat Duka Iran, Hersubeno: Berjarak Secara Politik

Sebarkan artikel ini
Megawati Prabowo | Ahmad Ali | PDIP Prabowo | PDIP Kebumen | HUT PDIP
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato pada puncak HUT ke-51 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Januari 2024. (Foto: YouTube/PDI Perjuangan)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinamika hubungan politik antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, serta Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik.

Perhatian muncul setelah Megawati absen pada undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Negara pada Selasa, 3 Maret 2026 lalu.

Informasi serta analisis tersebut muncul dalam video pengamat politik Hersubeno Arief pada kanal YouTube Hersubeno Point, Rabu 4 Maret 2026.

Dalam tayangan tersebut, Hersubeno menilai terdapat sinyal politik penting dari rangkaian peristiwa yang terjadi pada hari sama.

BACA JUGA: PDIP Jateng Respons Edaran DPP soal MBG, Kader Tak Boleh Cari Keuntungan

“Dua momen itu penting untuk kita perhatikan karena memberi sinyal sangat kuat bahwa hubungan Pak Prabowo dan Ibu Megawati tidak lagi semesra sebelumnya,” ujarnya.

Pada hari yang sama dengan acara buka puasa istana, Megawati justru mengirim surat ucapan dukacita atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Tokoh tersebut gugur akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran.

Menurut Hersubeno, langkah tersebut menunjukkan perbedaan sikap politik antara Megawati dan pemerintahan saat ini.

“Ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam paradigma politik serta kebijakan luar negeri,” tuturnya.

Alasan Megawati Absen dari Undangan Prabowo

Acara buka puasa Presiden juga mengundang para mantan presiden serta pimpinan lembaga tinggi negara. Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo hadir dalam kegiatan tersebut. Megawati tidak hadir karena menjalankan agenda internal partai pada Bali.

Hersubeno menilai kehadiran Jokowi pada acara tersebut turut memengaruhi keputusan Megawati. “Hubungan Megawati dengan Jokowi tentu jauh lebih berat dibandingkan dengan SBY,” jelasnya.

Ia juga menyinggung luka politik setelah Pemilu 2024. Hersubeno menyebut penurunan kursi PDIP pada DPR menjadi salah satu dampak konflik politik tersebut.

“Jumlah kursi PDIP turun cukup signifikan dari 128 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 110 kursi pada Pemilu 2024,” ujar Hersubeno dalam penjelasannya.

BACA JUGA: PDIP Jateng Roadshow ke Semarang, Konsolidasi Mesin Partai dan Kawal Janji Kampanye

Selain faktor politik domestik, perbedaan sikap juga muncul dalam isu internasional. Megawati melalui utusannya menyampaikan surat belasungkawa kepada pemerintah Iran.

Dalam surat tersebut Megawati menulis, “Saya menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.”

Hersubeno menilai langkah tersebut memiliki makna politik cukup kuat. “Sikap Megawati terlihat konsisten dalam politik luar negeri bebas aktif serta penolakan terhadap tekanan negara adidaya,” tegasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp