Memahami Metode Wolbachia untuk Tekan Penularan Virus Dengue

Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah

SEMARANG, 14/11 (BeritaJateng.tv) – Metode Wolbachia untuk menekan penularan virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti bakal diterapkan di Kota Semarang akhir tahun 2022 ini.

Metode tersebut dirasa ampuh menekan angka Demam Dengue (DD) di Kota Semarang yang hingga kini tercatat telah terjadi 700 kasus.

Lebih detail mengenai metode tersebut, Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam menerangkan, Wolbachia ada program dari pemerintah pusat.

Satu di antara lokasi pilot projek ada di Kota Semarang, nantinya Kemenkes akan membeli telur nyamuk yang sudah berisi bakteri Wolbachia.

Telur tersebut akan ditetaskan di Kota Semarang oleh para kader yang ada di setiap kelurahan maupun kecamatan.

“Misalnya Desember telur tersebut didatangkan, berarti program akan dilaksanakan pada 2023,” katanya, Minggu (13/11).

Penetasan telur nyamuk yang sudah mengandung bakteri Wolbachia diterangkan Hakam bisa mencapai 2 pekan.

Setelah menetas dan dewasa nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia akan berkembang biak dengan nyamuk lokal termasuk Aedes Aegypti.

Jika hal itu terjadi, virus Dengue tidak bisa ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti karena bakteri Wolbachia akan melemahkan virus Dengue.

“Metode tersebut sangat efektif menurunkan angka DBD, seperti di Sleman dan Bantul melalui metode tersebut angka DBD turun 77 persen dan angka masuk rumah sakit turun 88 persen,” terangnya.

Meski demikian perlu proses selama 8 bulan agar bakteri Wolbachia bisa menyebar ke nyamuk lokal.

Jika angka kepadatan nyamuk yang membawa bakteri Wolbachia di angka 10 persen efektifitas menekan penyebaran virus Dengue akan lebih optimal.

Hakam juga menjelaskan DD dan DBD berbeda, DD adalah demam akut selama 5 hari disertai gejala nyeri perut hingga turunya trombosit dari angka normal tanpa tanda-tanda pendarahan.

“Angka normal trombosit itu 150 ribu, jadi jika terserang DD trombosit bisa di bawah angka normal misalnya 120 atau 110 ribu. Jika DBD sudah ada pendarahan, gejala pendarahan itu tidak hanya mimisan atau keluar darah dari gusi saja, bintik-bintik merah di kulit saat dilakukan paparan juga merupakan tanda pendarahan,” tambahnya. (Ak/El)

Leave a Reply