BLORA, beritajateng.tv – Setelah menabung selama 20 tahun, seorang lansia penjual tempe di Blora Jawa Tengah akhirnya bisa berangkat haji tahun ini.
Adalah mbah Suyati, lansia penjual tempe di Blora yang kini berusia 88 tahun.
Rencananya ia akan berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci pada 20 Juni mendatang.
Ikhtiar mbah Suyati untuk bisa berangkat haji ke tanah suci akhirnya terwujud tahun ini. Di usianya yang genap 88 tahun, Mbah Suyati mendapat panggilan prioritas lansia untuk menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah, setelah dua puluh tahun saya menanti akhirnya bisa berangkat ke tanah suci tahun ini”, ungkapnya, Senin (22/5/2023).
Mbah Suyati mengaku, kesehariannya hanya menjual tempe di pasar Blora. Untuk bisa berangkat haji, ia mengaku menabung selama 20 tahun.
Warga dusun Semengko, Desa klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten blora inipun bersyukur bisa berangkat ibadah haji tahun 2023 ini.
Rencananya lansia penjual tempe di Blora ini akan berangkat haji sendiri. Kini ia hanya bisa berdoa agar selalu di beri kesehatan untuk bisa menjalankan ibadah haji ke tanah suci.
Cerita Lansia Penjual Tempe di Blora Bisa Berangkat Haji
Siti Mutiah, saudara mbah Suyati juga bersyukur mbah Suyati bisa ikut berangkat haji tahun ini. Ia juga berdoa semoga saudaranya sehat.
“Ya tidak menyangka, sebelumnya saya khawatir akan kesehatannya. Tapi ternyata kuat, mudah – mudahan sehat”, ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 9 calon jamaah haji lanjut usia CJH Lansia di Kabupaten Blora. siap menjalankan ibadah haji ke tanah suci.
Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora Amalia Winarni mengatakan kuota haji bagi CJH lansia di Blora ada 20 orang. Namun CJH Lansia yang siap berangkat hanya 9 orang.
Kementerian Agama di bantu tim penyuluh dari KUA di 16 kecamatan mendatangi langsung ke rumah calon jamaah haji. Dan mendapatkan sejumlah 29 calon jamaah melakukan penundaan.
Dari 53 calhaj di Blora, sebanyak 29 orang mengatakan menunda. Dengan alasan menunggu keberangkatan istri maupun suami, dan ada yang karena uangnya belum ada.
Berbagai alasan penundaan di lontarkan. Mulai dari menunggu pasangan yang mendaftar tidak bersamaan. Bahkan ada pula yang beralasan biaya tambahan kurang mencukupi.
Ada pula yang dalam kondisi sakit dan tidak dapat melanjutkan ibadah haji ke tanah Suci.
Ironisnya, sejumlah 14 calon jamaah tidak ikut berangkat lantaran sudah meninggal dunia.
Sementara Pemerintah sendiri sudah memberi kelonggaran waktu calon haji di Blora untuk melunasi BPIH.
Kemenag Blora sudah mendapatkan calon jamaah pengganti yang sudah melakukan pelunasan.
Data dari Kementerian Agama Kabupaten Blora. Pihaknya akan memberangkatkan 612 jamaah haji dan 77 jamaah haji cadangan di Blora. Sementara jumlah jamaah lansia sebanyak 20 orang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





