“Ikatan pemilih dengan partai di Indonesia itu lumayan longgar, hanya sedikit yang punya ikatan, menjadi simpatisan, apalagi menjadi anggota parpol. Maka kemudian butuh relawan, persoalannya ternyata tidak mudah dan murah. Ini pentingnya, pembiayaan politik di luar parpol sekarang menjadi terasa di Pilpres kali ini. Apalagi kalau sekarang ada organisasi relawan yang kemudian mendapat hadiah jabatan,” jelasnya.
Semakin banyak relawan suatu paslon yang memberi kesan ‘terbentuk dengan sempurna’, lanjutnya, maka semakin kental kampanye itu dengan modal yang besar.
“Ini menjadi hutan rimba, semakin diminati karena aturannya longgar, jaringannya bisa cepat terbentuk karena tidak disibukkan oleh parpol yang mengurus Pileg,” tandas Wahid. (*)
Reporter: Made Dinda Yadnya Swari, Elly Amaliyah, Fadia Haris Nur Salsabila
Editor: Ricky Fitriyanto




