IndepthPolitik

Menengok Dapur Relawan Capres-Cawapres, Digerakkan Aktivis Hingga Pengusaha, Begini Cara Kumpulkan Dana Operasional

×

Menengok Dapur Relawan Capres-Cawapres, Digerakkan Aktivis Hingga Pengusaha, Begini Cara Kumpulkan Dana Operasional

Sebarkan artikel ini
Relawan Ganjar-Mahfud
Bangunan Sekretariat Rumah Bersama Relawan Ganjar Pranowo di Jalan Pandanaran Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv_

“Kaos bergambar kartun justru menarik. Karena kaos partai atau capres dan cawapres orang pasti malas pakai. Tapi kalau kartun malah bisa untuk santai bahkan untuk ke mal juga bisa. Elegan, desainnya tidak terlalu serius. Saya lihat malah untuk lari-lari jogging sehingga secara nggak langsung jadi ajang kampanye,” imbuhnya.

Pengamat sebut ada relawan capres cawapres bayaran

Menanggapi fenomena relawan capres dan cawapres, Pengamat Politik Undip Wahid Abdulrahman menyebut hal itu merupakan gejala selama 3 pemilu terakhir. Wahid menuturkan ada pihak yang benar-benar membentuk organisasi relawan karena adanya ikatan ideologi atau sentimen tertentu.

“Misalnya karena ideologi yang sama dan ikatan kedaerahan. Itu biasanya betul-betul relawan tanpa ada tendensi untuk mendapat feedback. Contoh misalnya relawan jaringan santri. Itu kemarin 2019 muncul banyak sekali relawan karena persoalan ideologis, sehingga mereka tidak mendapat bayaran, bahkan mengeluarkan uang sendiri, seperti Kyai Ma’aruf Amin saat menjadi cawapres,” ujar Wahid.

BACA JUGA: Safari Politik ke Semarang, Kaesang Gandeng Kelompok Relawan Jokowi, Kampanyekan RUU Perampasan Aset

Lebih lanjut, model relawan capres cawapres lainnya yang kini muncul ialah bayaran dan dibentuk oleh partai politik secara sengaja. Hal itu menurut Wahid untuk meningkatkan elektabilitas paslon tertentu.

“Ada juga relawan yang sengaja ada yang membentuk untuk menarik perhatian pemilih yang tidak terjamah parpol. Mulai dari modelnya, mekanisme pembentukannya, deklarasinya, sehingga terkesan relawan itu menimbulkan atensi publik yang mampu meningkatkan elektabilitas,” jelasnya.

Wahid mengungkap, fenomena relawan di Indonesia sebagai pembentukan mesin politik di luar parpol. Sehingga, lanjut Wahid, tujuan pembentukan relawan ialah untuk menyentuh pemilih yang tak terjamah parpol.

Membentuk kelompok relawan butuh modal besar