“Kalau Mas Ganjar untuk saat ini memberinya support, kita sebutnya stimulan. Tetapi kita belum pernah untuk menerima itu, namun di kemudian hari saya yakin pasti ada. Kalau Capres kepada relawan bagi-bagi uang kan namanya money politics, jadi stimulan itu dalam bentuk partisipasi Mas Ganjar yang diberikan dalam kegiatan,” bebernya.
Patungan setiap bikin event
Qunut tak menyampaikan secara rinci nominal yang berhasil pihaknya kumpulkan. Hanya saja, lanjut Qunut, kegiatan atau event yang mereka hendak laksanakan murni bersifat iuran sukarela dari setiap anggota organisasi relawan.
“Nominalnya tidak tentu, kalau misal ada event kita patungan. Kalau tidak ada ya sudah lebih baik kita ngobrol secara door to door di kampung masing-masing, perkuat di setiap kampungnya. Kampanye kan tidak harus dengan event yang besar,” jelasnya.
Fenomena relawan ini ia akui mulai masif sejak Jokowi yang semula menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta maju sebagai Capres. Oleh sebab itu, bukan tanpa alasan kelompok relawan yang eksis hingga saat ini bermula dari pendukung Presiden RI ke-7 tersebut.
BACA JUGA: Relawan Bocahe Gibran Mengaku Deg-degan Saat Tonton Sidang MK, Lega Saat Ada Gugatan yang Dikabulkan
“Fenomena relawan itu populer semenjak zaman Jokowi jadi Capres. Itu menunjukkan bagaimana teman-teman sebagai gerakan rakyat menyuarakan apa yang menjadi gagasan mereka, sehingga ini adalah gerakan masyarakat, sama seperti saat ini,” bebernya.
Disinggung apakah ada kepentingan tertentu atau hal-hal yang menjanjikan lainnya jika Ganjar terpilih, ia angkat bicara.
“Organisasi relawan punya kepentingan? Iya, tetapi kepentingan bersama kita yang utama tetap memenangkan Mas Ganjar, jadi kita bersama untuk memenangkan Ganjar-Mahfud, ngomongin kepentingan lain nanti dulu. Ini jadi landasan kita bergerak untuk saat ini sampai tanggal 14 Februari,” tandasnya.




