UNGARAN, beritajateng.tv – Menyongsong lebaran yang semakin dekat, sejumlah desa di Kelurahan Leyangan, Ungaran Barat mengadakan bazar Ramadhan, Jumat (7/4/2023). Masing-masing desa menyajikan beraneka ragam barang jualan untuk kebutuhan rumah menjelang lebaran.
Biasanya yang warga sajikan atau jual pada bazar Ramadhan itu seperti beras, minyak goreng, mie instan, telur, dan aneka ragam jajanan sajian lebaran. Seperti misalnya yang berlangsung di Dusun Jetis, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
BACA JUGA: Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Pemkab Blora Gelar Bazar Ramadhan
Antusiasme masyarakat dari yang tua, muda, hingga anak-anak dan para pelaku UMKM sangatlah senang bisa turut memeriahkan bazar tersebut di desanya.
Bazar ini sendiri berlangsung mulai Jumat, 7 April 2023 hingga Minggu, 9 April 2023. Acara tersebut bermula sejak menjelang sore. Para warga pun mengikuti acara itu sembari ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.
Gelar Bazar Ramadhan Guna Angkat Ekonomi Warga
Kepala Dusun Jetis Kelurahan Leyangan Rizqi Irmawati berujar, “Acara sore hari ini adalah bazar Ramadhan. Bertujuan mengangkat ekonomi warga Jetis dan luar desa,” kata Rizqi kepada awak media beritajateng.tv.
Ia pun menambahkan bahwa selain itu, acara tersebut juga untuk memperbaiki ekonomi UMKM warga yang ada di Dusun Jetis agar kembali normal.
“Semoga dengan bazar ini dapat bermanfaat bagi warga Dusun Jetis dan warga lainnya untuk mengais rezeki,” tuturnya.
BACA JUGA: Gelar Bazar Murah, Dispertanikap Kabupaten Semarang Stabilkan Stok dan Harga Pangan
Qotiatun, penjual sembako, mengatakan bahwa ia pada bazar ini berjualan beras, sirup, minyak, dan minuman lainnya.
“Saya sangat senang sekali dengan diadakannya bazar ini, karena kami juga bisa jualan untuk memperbaiki ekonomi kami,” jelasnya. “Selain memperbaiki ekonomi kami, juga untuk mengangkat UMKM di desa sini supaya bangkit lagi.”
Pada acara pembukaan bazar Ramadhan di Dusun Jetis ini juga terdapat hiburan oleh DJP Karang Taruna IRPATIS (Ikatan Remaja Pabungan Jetis). Hiburan tersebut yakni berupa drumblek atau drumband tradisional yang sebagian alat musiknya berupa drum bekas, dan beberapa dari bahan seng (blek). (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





