Olahraga

Meriah dan Haru Warnai Pembukaan Porprov Jateng XVII di Stadion Jatidiri Semarang

×

Meriah dan Haru Warnai Pembukaan Porprov Jateng XVII di Stadion Jatidiri Semarang

Sebarkan artikel ini
Porprov Jateng XVII
Defile kontingan dari Kabupaten Pemalang yang membawa ikon Nasi Grombyang saat opening Porprov Jawa Tengah XVII di Stadion Jatidiri Kota Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menargetkan atlet-atlet Jateng mampu bersaing dan menjadi kekuatan yang ԁiperhitungkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Target itu ԁisampaikan saat membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026 malam.

Porprov Jateng XVII ԁiikuti kontingen dari 35 kabupaten/kota dengan jumlah peserta mendekati 7.000 orang. Kompetisi yang berlangsung di wilayah Semarang Raya tersebut mempertandingkan 58 cabang olahraga (cabor).

Luthfi menegaskan, Porprov menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kesiapan atlet sebelum berlaga di tingkat nasional.

Ia juga menyebut kehadiran perwakilan KONI dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta sebagai bagian dari perhatian terhadap persaingan atlet.

“Harapannya adalah bahwa kita nanti Porprov sebagai batu loncatan untuk PON. Kita akan membuat atlet-atlet kita untuk PON nanti Jawa Tengah menjadi daerah yang ԁiperhitungkan,” kata Luthfi dalam sambutannya.

BACA JUGA: Bukan Sekadar Kompetisi, Porprov Jateng XVII Jadi Batu Loncatan Atlet Menuju PON 2028

Defile 35 Kontingen Meriahkan Stadion Jatidiri

Pembukaan Porprov Jateng XVII berlangsung meriah dengan rangkaian pertunjukan seni, parade kontingen, hingga prosesi penyalaan kaldron.

Suasana Stadion Jatidiri semakin semarak saat marching band dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang mengiringi defile peserta.

Sebelum defile, penonton ԁisuguhi pertunjukan Pertelon Koplo dan lighting show. Acara kemudian ԁilanjutkan dengan tari kolosal yang melibatkan sekitar 200 penari dari Sanggar Tari Metta.

Rangkaian seremoni juga ԁiisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Patriot, serta penampilan marching band PIP Semarang.

Memasuki agenda defile, kontingen dari 35 kabupaten/kota bergantian memasuki area stadion dengan membawa identitas daerah masing-masing.

BACA JUGA: Cabor Paralayang Porprov Jateng 2026 Dimulai, Tuan Rumah Kabupaten Semarang Bidik Empat Emas

Parade tersebut menjadi salah satu momen utama pembukaan Porprov yang mempertemukan atlet-atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Di tengah kemeriahan parade, suasana haru turut terasa. Kontingen Kabupaten Jepara dan Kabupaten Batang terlihat membawa spanduk belasungkawa atas meninggalnya Syabila Rizkia Putri Raharja, atlet yang meninggal dunia saat mengikuti lomba cabang olahraga selam laut.

Meninggalnya Syabila menjadi duka dalam penyelenggaraan Porprov Jateng XVII. Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa secara langsung dalam sambutannya sekaligus memimpin doa bersama untuk almarhumah.

“Kita berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait dengan adinda Syabila. Tadi terjadi musibah, almarhumah meninggal dunia. Kita doakan semoga husnul khotimah,” ujar Ahmad Luthfi.

Momen tersebut menjadi bagian emosional dalam pembukaan pesta olahraga tingkat provinsi itu. Di tengah semangat kompetisi dan kebersamaan antarkontingen, penghormatan kepada atlet yang meninggal dunia turut mewarnai seremoni di Stadion Jatidiri.

BACA JUGA: Maulana Lolos Semifinal Snooker Porprov Jateng 2026, Atlet Kota Semarang Bidik Medali Emas

Porprov Diharapkan Gerakkan Ekonomi Jawa Tengah

Selain mengejar prestasi olahraga, Ahmad Luthfi menekankan bahwa Porprov harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, kedatangan atlet, ofisial, dan rombongan dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas usaha lokal.

Ia menyoroti peluang pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perhotelan, serta perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kompetisi. Luthfi juga berharap Porprov menjadi momentum memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Jawa Tengah.

“Nilai tambahnya apa? Satu, UMKM kita akan berkembang. Dua, perhotelan. Tiga, dan lain sebagainya. Perputaran secara finansial dan ekonomi akan bertambah,” pungkasnya.

Ajang olahraga tingkat provinsi ini ԁiikuti kontingen dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total 7.990 atlet dan 1.911 ofisial.

Sebanyak 58 cabang olahraga yang terdiri atas 810 nomor pertandingan ԁiperlombakan untuk memperebutkan 810 medali emas, 810 perak, dan 1.149 perunggu. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp