Jateng

Minat Warga Jateng Kerja ke Eropa Meningkat, Agen Penyalur Sebut Visa dan Bahasa Jadi Tantangan

×

Minat Warga Jateng Kerja ke Eropa Meningkat, Agen Penyalur Sebut Visa dan Bahasa Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Bekerja di Eropa
Direktur Operasional PT Dewi Pengayom Bangsa, Nindya Setyo, saat menghadiri Job Fair di Disnakertrans Jateng, Kota Semarang, Jumat, 22 Agustus 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Seperti Jerman atau Austria, bahasa itu sangat dibutuhkan dengan level yang lebih tinggi. Tingkat kesulitan bahasa Inggris dengan bahasa Jerman itu kan sangat beda ya, lebih sulit bahasa Jerman. Kalau bahasa Inggris mungkin sekarang sudah mulai familiar di tengah masyarakat, bahasa Jerman belum,” sambung dia.

BACA JUGA: Penipuan Loker Luar Negeri, 2 Warga Tegal Terbekuk Polda Jateng: Korban Dapat Janji Kerja di Kapal

Menurutnya, tantangan bahasa ini membuat Eropa tidak semudah itu untuk digapai calon pekerja migran seperti di Asia.

Negara-negara seperti Taiwan, Hongkong, dan Malaysia masih lebih populer karena persyaratan relatif ringan dan lebih familiar bagi pekerja.

“Permintaan perawat di Austria itu juga harus S-1 keperawatan, standar bahasa Jermannya levelnya juga yang lumayan tinggi, itu tantangan. Cuma memang kalau kesejahteraannya, Eropa lebih bagus dari Asia. Tapi ya di Asia itu lebih mudah, prosesnya, kualifikasinya, bahasanya,” sambung dia.

Turki pilihan terbaik bagi yang pertama kali jadi pekerja migran, gaji fantastis

Bagi warga yang berminat, Nindya menyebut biaya penempatan bervariasi. Di Austria, khusus tenaga perawat, biaya penempatan digratiskan. Sementara untuk Turki, kisaran biayanya sekitar Rp15 juta.

“Untuk gaji standar di Turki tahun 2025 ini sekitar 750 USD. Akomodasi sudah disediakan, makan dapat satu kali on duty, dan masih ada tips serta bonus tambahan,” papar Nindya.

Fasilitas tersebut, menurutnya, cukup menarik bagi pencari kerja pemula yang ingin mencoba pengalaman bekerja di luar negeri.

Nindya menilai, Turki menjadi negara paling ramah bagi pekerja asal Jawa Tengah yang baru pertama kali ke Eropa.

BACA JUGA: Tak Hanya Luar Negeri, Banyak Warga Jateng Cari Penghidupan Layak Lewat Transmigrasi

“Kalau untuk pertama kali, Turki bisa jadi pilihan. Persyaratan bahasa tidak terlalu sulit daripada negara lain di Eropa,” terangnya.

Namun, ia mengingatkan agar calon pekerja tidak hanya berorientasi pada negara tujuan, tetapi juga mempersiapkan diri dengan keterampilan khusus.