Hukum & Kriminal

Minta Kode Etik Ditegakkan, Ketua Umum Peradi Soroti Advokat Kutu Loncat

×

Minta Kode Etik Ditegakkan, Ketua Umum Peradi Soroti Advokat Kutu Loncat

Sebarkan artikel ini
Peradi Kota Semarang
Ketua Umum Peradi Luhut MP Pangaribuan didampingi Ketua DPC Peradi Semarang Broto Hastono saat membuka pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Gedung FH Universitas Diponegoro, Sabtu 12 Agustus 2023. (Peradi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Umum Peradi Prof Dr. Luhut MP Pangaribuan, S.H., LL. M mengajak  organisasi profesi advokat yang bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menjaga kualitasnya dalam penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Hal tersebut terkait maraknya permasalahan kode etik bagi lintas organisasi advokat.

Ketua Umum Peradi menyampaikan hal itu dalam pembukaan PKPA gelaran Peradi bekerjasama dengan Fakultas Hukum Undip, Sabtu 12 Agustus 2023.

Guna menjaga kualitas ini, lanjut Luhut, satu satunya adalah dengan membuat standar yang sama dalam kurikulum PKPA berbagai organisasi advokat.

Selain itu Luhut mengajak berbagai organisasi profesi advokat agar berkomitmen untuk bersama-sama mendorong Dewan Kehormatan Profesi (DKP) tingkat pusat menjaga marwah dan martabat advokat itu sendiri.

“Kami berharap DKP ini mampu menegakkan kode etik bagi lintas organisasi advokat. Ini untuk menghindari kutu loncat advokat yang melanggar kode etik dan diberhentikan namun pindah organisasi advokat lain,” katanya.

Alumni University of Nottingham ini juga menegaskan, dalam mewujudkan ini semua perlu ada peran dari Mahkamah Agung (MA).

“Sumpah advokat juga dilakukan oleh Pengadilan Tinggi, Maka MA juga tak boleh lepas tangan serta harus berperan dalam mewujudkan DKP tingkat pusat. Sebab DKP ini harapannya mampu untuk menjawab problematika penegakan kode etik advokat,” imbuhnya.

Ketua Peradi dorong komitmen jaga marwah dan martabat advokat

Secara terpisah Ketua DPC Peradi Kota Semarang Broto Hastono menuturkan, PKPA rutin tiap tahun pihaknya selenggarakan dengan bekerjasama dengan FH Undip. Ia pun berharap penyelenggaraan PKPA ini mampu menumbuhkan komitmen peserta untuk menjaga marwah dan martabat advokat.

“Kita masih dipandang sebelah mata oleh penegak hukum lain, padahal dalam struktur hukum kita sama-sama penegak hukum,“ ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Undip Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H.,M.Hum juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, membangun kepercayaan masyarakat merupakan salah satu tujuan PKPA. Ia berharap sejumlah 32 peserta PKPA mampu mengikuti pembelajaraan dengan baik.