Jateng

Minta Presiden Tak Pukul Rata Semua LSM dan Media Bermasalah, Eks Anggota DPR RI Riyanta: Tak Semua Jelek

×

Minta Presiden Tak Pukul Rata Semua LSM dan Media Bermasalah, Eks Anggota DPR RI Riyanta: Tak Semua Jelek

Sebarkan artikel ini
LSM Media | GJL Prabowo
Ketua Umum GJL, Riyanta, saat ditemui di kawasan Pandaran, Kota Semarang, Kamis, 16 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mantan Anggota DPR RI 2021-2024, Riyanta, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menggeneralisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun insan media sebagai pihak yang bermasalah.

Menurutnya, jika terdapat pelanggaran, penindakan seharusnya ԁifokuskan pada oknum, bukan institusinya secara keseluruhan.

“Saya berharap kepada Pak Presiden, jangan menjustifikasi kalau LSM itu jelek, kalau media itu jelek. Itu tidak tepat,” ujar Riyanta saat beritajateng.tv konfirmasi pada Selasa, 28 April 2026.

Ia menegaskan, apabila ada oknum LSM atau pihak lain yang terlibat tindak pidana, maka proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya tanpa perlu instruksi khusus dari Presiden.

BACA JUGA: Marak Penipuan Berkedok Koperasi, Ketum GJL Imbau Masyarakat Waspada Investasi Syariah

“Kalau ada oknum LSM yang kurang baik, ya ԁitangkap. Kalau ada pidana, itu sudah menjadi tugas kepolisian. Tidak perlu perintah khusus, karena itu memang tupoksi Polri,” jelasnya.

Riyanta bahkan mencontohkan, jika ada pihak dari LSM yang terbukti melanggar hukum, ia mempersilakan aparat untuk menindak tegas.

“Kalau misalnya dari anggota LSM ada yang terlibat pidana, silakan tangkap dan proses. Itu prinsipnya,” tegasnya.

Selain itu, Riyanta juga menyoroti pentingnya tidak mendiskreditkan profesi wartawan secara umum. Ia menilai, di era ԁigital saat ini, peran penyampai informasi semakin luas dan tidak terbatas pada lembaga tertentu saja.

BACA JUGA: Tanggapi Wacana Pemakzulan Presiden Indonesia, Ketum GJL Riyanta: Kita Semua Harus Sadar Diri

“Jangan juga semua wartawan ԁianggap tidak baik. Sekarang siapa saja bisa menyampaikan informasi. Tidak perlu ԁipersempit dengan sekat-sekat tertentu,” ujarnya.

Riyanta menekankan bahwa kritik yang konstruktif dari LSM maupun media justru ԁiperlukan dalam sistem demokrasi.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah tetap membuka ruang ԁialog dan tidak terburu-buru memberikan penilaian secara menyeluruh.

“Yang penting itu penegakan hukum berjalan, tapi jangan menggeneralisasi. Fokus saja pada oknum yang memang terbukti melanggar,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp