SEMARANG, beritajateng.tv – Misteri Pesugihan Gunung Kawi hingga kini masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Kisah tentang tempat yang disebut-sebut sebagai lokasi mencari kekayaan itu telah berkembang selama puluhan tahun dan melahirkan berbagai mitos.
Nama Gunung Kawi bahkan kembali menjadi sorotan setelah isu mengenai pesugihan tersebut ramai diperbincangkan. Tak sedikit masyarakat yang kemudian penasaran dengan asal-usul cerita Pesugihan Gunung Kawi dan mempertanyakan benarkah ritual di kawasan tersebut bisa membuat seseorang menjadi kaya.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula munculnya cerita Pesugihan Gunung Kawi?
Peneliti sejarah sekaligus praktisi retrokognisi, Hari A. Kurniawan atau yang akrab disapa Om Hao, pernah mengungkap cerita yang ia ketahui mengenai Gunung Kawi melalui kanal YouTube Kisah Tanah Jawa (KTJ).
Om Hao mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Gunung Kawi. Bersama kru Kisah Tanah Jawa, ia juga telah tiga kali datang ke kawasan tersebut.
BACA JUGA: Ngeri! Pesugihan Gunung Kawi Biar Sukses, Artis Ini Jadi Mayat Hidup hingga Meninggal
Menurut Om Hao, terdapat dua lokasi yang cukup masyarakat kenal di kawasan Gunung Kawi, yakni Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi.
Ia menyebut kedua tempat tersebut lebih terkenal sebagai lokasi wisata ziarah. Namun, menurutnya, masyarakat juga memiliki berbagai cerita mengenai tempat-tempat lain di kawasan Gunung Kawi.
Awal Mula Cerita Pesugihan Gunung Kawi
Om Hao menjelaskan, salah satu tokoh yang berkaitan dengan sejarah Pesarean Gunung Kawi adalah Mbah Jugo. Menurut cerita yang ia sampaikan, Mbah Jugo merupakan salah satu pengikut Pangeran Diponegoro.
Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda, para pengikutnya kemudian berpencar dan mencari tempat untuk mengasingkan diri. Salah satunya disebut menuju kawasan sekitar Gunung Kawi karena terdapat padepokan di wilayah Blitar.
Dalam kisah yang Om Hao sampaikan, Mbah Jugo kemudian melakukan perjalanan hingga ke Tiongkok. Di sana, ia bertemu dengan seorang perempuan yang sedang hamil dan berada dalam kondisi kesulitan.
Mbah Jugo kemudian membantu perempuan tersebut hingga melahirkan. Setelah itu, perempuan tersebut dan anaknya kembali menjalani kehidupan hingga akhirnya berhasil mencapai kesuksesan.
Sebagai bentuk balas budi, perempuan tersebut kemudian datang ke tanah Jawa. Ia membawa tanaman yang tersebut sebagai pohon dewandaru dan menanamnya di sekitar padepokan Mbah Jugo.
Pohon tersebut kemudian tumbuh besar dan konon memiliki kaitan dengan cerita yang berkembang di kawasan Pesarean Gunung Kawi.
Mitos Pohon Dewandaru dan Kekayaan
Seiring berjalannya waktu, muncul cerita di tengah masyarakat bahwa seseorang yang hidup dalam kesulitan ekonomi dapat memperoleh kekayaan setelah datang ke Gunung Kawi.
Pohon dewandaru kemudian menjadi salah satu bagian dari mitos tersebut.
Menurut cerita yang berkembang, orang yang berada di sekitar pohon dewandaru dan mendapatkan daun atau buah yang jatuh konon akan memperoleh keberuntungan dan kekayaan.
Om Hao menyebut kisah tersebut menjadi salah satu cerita yang kemudian berkembang dan terkaitkan dengan mitos Pesugihan Gunung Kawi.
Namun, kisah tersebut merupakan bagian dari mitos dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat, bukan fakta yang membuktikan bahwa seseorang dapat menjadi kaya setelah mengunjungi Gunung Kawi.
Kisah Pengusaha Rokok yang Kaya Karena Gunung Kawi
Selain cerita mengenai Mbah Jugo dan pohon dewandaru, Om Hao juga mengungkap kisah lain yang turut memperkuat anggapan bahwa Gunung Kawi merupakan tempat mencari kekayaan.
Menurutnya, sekitar dekade 1940-an atau 1950-an, terdapat seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang menjalankan bisnis rokok.
Saat bisnisnya mengalami penurunan, pengusaha tersebut kemudian melakukan semedi atau bertirakat di Gunung Kawi.
Dalam kisah tersebut, pengusaha itu kemudian tertidur di bawah pohon dewandaru dan mengalami mimpi. Ia disebut melihat sebuah umbi atau bentul.
Setelah berkonsultasi mengenai pengalaman tersebut, ia kemudian membuka usaha dengan merek yang terkaitkan dengan pengalaman dalam mimpinya.
Kisah tersebut kemudian berkembang di masyarakat. Sejak saat itu, Gunung Kawi semakin terkenal sebagai tempat yang terkaitkan dengan upaya mencari kekayaan.
“Jadi itu semenjak itu kemudian ramai anggapan bahwa di Gunung Kawi itu tempat untuk mencari kekayaan,” ujar Om Hao dalam penjelasannya.
Gunung Kawi Bukan Hanya tentang Pesugihan
Di balik cerita Pesugihan Gunung Kawi, kawasan tersebut juga memiliki sejarah dan tradisi ziarah yang panjang.
Om Hao menjelaskan, masyarakat yang datang ke kawasan Pesarean Gunung Kawi tidak semuanya datang untuk mencari kekayaan. Sebagian datang untuk berziarah ke makam tokoh yang berada di kawasan tersebut.
Selain Pesarean Gunung Kawi, terdapat pula Keraton Gunung Kawi yang memiliki cerita berbeda.
Menurut Om Hao, Keraton Gunung Kawi dahulu terkenal sebagai tempat untuk melakukan meditasi. Tempat tersebut juga terkaitkan dengan para tokoh dan raja yang pernah melakukan kegiatan spiritual di kawasan tersebut.
Karena itu, cerita mengenai Gunung Kawi tidak hanya berkaitan dengan mitos pesugihan. Kawasan tersebut juga memiliki sejarah, tradisi ziarah, serta berbagai kisah budaya dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat.
Hingga kini, cerita tentang Pesugihan Gunung Kawi masih menjadi bagian dari folklore atau cerita yang konon sebagian masyarakat masih percaya.
Kisah mengenai pohon dewandaru, Mbah Jugo, hingga pengusaha yang disebut sukses setelah datang ke Gunung Kawi terus diwariskan dan menjadi bagian dari misteri yang menyelimuti kawasan tersebut.
BACA JUGA: Viral Sebuah Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Begini Mitosnya
Namun, anggapan bahwa Gunung Kawi dapat membuat seseorang kaya tetap berada dalam ranah mitos dan kepercayaan. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa seseorang bisa memperoleh kekayaan secara instan hanya dengan datang atau melakukan ritual tertentu di Gunung Kawi. (*)





