Viral

Viral Sebuah Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Begini Mitosnya

×

Viral Sebuah Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Begini Mitosnya

Sebarkan artikel ini
Gunung Kawi
mitos gunung kawi. ig/@adihongtan

SEMARANG, beritajateng.tv – Dunia maya kini tengah ramai membicarakan sebuah pesugihan di Gunung Kawi hingga menyeret beberapa nama aktris terkenal.

Salah satunya seperti Luna Maya hingga mantan istri Ruben Onsu bernama Sarwendah. Kabarnya aktris tersebut sering mendatangi gunung yang satu ini demi kelancaran karier hingga kekayaannya.

Sontak isu tersebut mencuri banyak perhatian warganet bahkan banyak pula yang penasaran bagaimana mistos yang ada di gunung tersebut. Supaya tidak salah paham, yuk simak berikut informasi lengkapnya.

BACA JUGA: Daftar 3 Gunung di Jawa Tengah dengan Medan yang Mudah, Cocok Bagi Pendaki Pemula

Mitos Gunung Kawi

Di balik kasus yang menyeret nama Sarwendah, Gunung Kawi memang telah lama dikenal masyarakat dengan anggapan sebagai lokasi untuk mencari kekayaan secara instan atau melakukan praktik pesugihan.

Padahal, pandangan tersebut muncul akibat kesalahpahaman yang berkembang terhadap tradisi ziarah dan wisata religi yang berlangsung di kawasan itu.

Sebagian besar orang yang datang ke Gunung Kawi sebenarnya bertujuan untuk berziarah, memanjatkan doa, mengungkapkan rasa syukur, atau memohon kelancaran rezeki dan usaha.

Tradisi tersebut tidak berbeda dengan kebiasaan berziarah ke makam para ulama maupun tokoh agama di berbagai daerah di Indonesia.

Perbedaan niat dan tujuan setiap peziarah inilah yang kemudian kerap memunculkan anggapan keliru hingga masyarakat kaitkan dengan praktik pesugihan.

Pada dasarnya, kawasan Pesarean Gunung Kawi yang berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, merupakan tempat pemakaman dua tokoh ulama sekaligus pejuang dalam Islam, yaitu Eyang Jugo atau Kyai Zakaria II dan Raden Mas Iman Soedjono.

BACA JUGA: Kopdes Merah Putih Blora Dibangun di Samping Makam Bikin Resah Warga, Ini Penjelasan Pemdes Tegalgunung

Salah satu daya tarik utama Gunung Kawi terletak pada keberagaman budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Di kawasan pesarean ini berdiri sebuah masjid yang megah serta klenteng yang berguna sebagai tempat ibadah bagi masyarakat Tionghoa.