“Sebetulnya ini masih sebatas pengakuan warga. Pengakuan masyarakat tentu tetap kami tampung. Tetapi kalau kami mau memvalidasi apakah di situ habitatnya masih ada dan jumlahnya berapa, kami harus melakukan survei yang lebih detail dan mendalam,” katanya.
Meski belum terverifikasi secara langsung, kata Heru, BKSDA tetap menindaklanjuti laporan tersebut. Heru menyebut telah menerima dua laporan penampakan macan di Kabupaten Batang, masing-masing di Kecamatan Reban dan Kecamatan Bawang.
“Sampai dengan hari ini, saya sudah menerima dua laporan di Kabupaten Batang, yakni di Kecamatan Reban dan Kecamatan Bawang,” ujarnya.
Ia mencontohkan, laporan di Kecamatan Reban muncul ketika terdapat pembukaan jalan baru menuju Gunung Kamulyan. Saat itu, masyarakat melaporkan melihat keberadaan macan.
“Waktu ada pembukaan jalan baru arah naik ke Gunung Kamulyan di Reban itu, pernah ada laporan orang melihat macan. Kami sudah cek bersama-sama. Di Bawang juga kami cek,” jelasnya.
BACA JUGA: Diduga Kelaparan, Lutung Jawa Turun ke Permukiman di Plalangan Gunungpati dan Tersengat Listrik
Namun, dari pengecekan yang ԁilakukan, BKSDA belum menemukan keberadaan macan tersebut secara langsung.
“Kami dari BKSDA belum pernah menemukannya secara langsung, baik melalui pengamatan kasatmata maupun pantauan camera trap. Memang kami harus melakukan survei yang lebih mendalam lagi,” tutur Heru.
Lebih jauh, Heru menuturkan laporan penampakan macan di jalur Gunung Kamulyan terjadi pada 2025, ketika jalur pendakian tersebut baru ԁibuka.
“Untuk yang Gunung Kamulyan itu kejadian tahun belakangan, tepatnya tahun 2025 lalu. Saat jalur pendakian itu baru ԁibuka,” katanya.
Sementara mengenai jumlah populasi macan di kawasan tersebut, BKSDA belum memiliki angka pasti. Menurutnya, perlu pendataan dan survei khusus untuk memastikan keberadaan sekaligus jumlah satwa di habitat tersebut.
“Kalau untuk data jumlah populasinya atau berapa ekor, kami belum bisa memastikan karena kami belum mendata secara spesifik hingga ke angka pastinya,” pungkas Heru. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





