Sementara untuk petani yang mengalami gangguan monyet ekor panjang, masyarakat ԁiminta meningkatkan pengawasan terhadap lahan pertanian.
“Untuk pengawasan di lahan pertanian, khususnya dari gangguan monyet ekor panjang, kami mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan penjagaan,” katanya.
Heru menegaskan, BKSDA akan tetap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan konflik antara satwa liar dan manusia.
“Pada prinsipnya, kami selalu merespons setiap aduan yang ԁilaporkan oleh masyarakat terkait konflik satwa dengan manusia,” ujarnya.
BACA JUGA: ‘Sekar’ Gajah Perempuan di Semarang Zoo Mati, BKSDA Sebut Tak Ada Eksploitasi
Meski laporan gangguan monyet ekor panjang cukup banyak, Heru memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga ԁiserang monyet liar yang berasal dari kawasan hutan.
“Sampai dengan hari ini, alhamdulillah tidak ada laporan ada masyarakat yang ԁiserang oleh monyet ekor panjang dari hutan. Belum ada,” ungkapnya.
Ia menyebut pernah terjadi kasus warga ԁikejar monyet di Boyolali. Namun, satwa tersebut bukan berasal dari hutan melainkan merupakan monyet peliharaan yang terlepas.
“Kalaupun pernah ada kejadian, sepertinya itu satwa peliharaan. Sempat ada kasus di Boyolali, tapi itu bukan monyet liar dari hutan, melainkan monyet peliharaan orang yang terlepas lalu mengejar warga,” jelas Heru.
Menurut pengakuannya, kasus tersebut berbeda dengan konflik yang melibatkan satwa liar dari habitatnya.
“Kalau kasus seperti itu kan tidak ada bedanya dengan kasus anjing peliharaan yang terlepas,” imbuhnya.
Selain gangguan monyet ekor panjang, BKSDA Jawa Tengah juga menerima laporan mengenai keberadaan macan tutul atau macan kumbang di kawasan lereng Gunung Prau sisi utara, Kabupaten Batang.
BACA JUGA: Gemas Banget! Dua Bayi Kapibara Lahir di Semarang Zoo, Hasil Pertukaran dengan Taman Margasatwa Ragunan
Heru menyebut, laporan tersebut berasal dari pengakuan masyarakat yang melihat keberadaan satwa tersebut di sekitar kawasan hutan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah kawasan tersebut masih menjadi habitat macan atau berapa jumlah populasinya karena membutuhkan survei lebih mendalam.





