SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar mengenai pembatasan bahkan kemungkinan penghapusan Pertalite subsidi dari SPBU Pertamina telah menjadi perbincangan hangat belakangan ini.
Pemerintah berencana untuk menghapus Pertalite sebagai salah satu jenis BBM subsidi di SPBU Pertamina, lantas berganti dengan tiga jenis bensin baru.
Saat ini, jenis bensin subsidi yang tersedia di SPBU Pertamina adalah Pertalite dan Solar. Namun, kabarnya penjualan BBM subsidi akan ada pembatasan bahkan pemerintah hapus dalam rangka Program Langit Biru Pertamina, yang bertujuan untuk menekan emisi gas buang dengan membatasi pembelian BBM subsidi.
BACA JUGA: Muncul Wacana Pertalite Ganti Pertamax Green 92, Pengamat Energi: Masyarakat Lebih Melihat Harga
Pertalite saat ini menjadi pilihan bensin terjangkau bagi masyarakat di SPBU Pertamina, dengan harga per liter sekitar Rp10 ribu, lebih murah ketimbang jenis bensin lain yang tidak mendapat subsidi.
Namun, wacana pembatasan atau bahkan penghapusan Pertalite masih terus bergulir. Sebab, ada anggapan tidak sesuai dengan target pembeli yang seharusnya masyarakat kurang mampu.
Meskipun demikian, pemerintah masih belum menerbitkan revisi terhadap Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Perpres tersebut mengatur tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk petunjuk teknis pembelian BBM subsidi.
Pembatasan Pertalite subsidi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan bahwa revisi Perpres 191 Tahun 2014 akan mengatur mengenai kendaraan yang berhak membeli BBM subsidi jenis Pertalite.
Jika aturan tersebut telah sah, maka kendaraan yang berhak membeli BBM subsidi akan ada pembatasan dari kapasitas mesinnya.
PT Pertamina Persero telah mengusulkan untuk menghapus BBM jenis Pertalite mulai tahun ini. Pihaknya pun telah menyiapkan bensin baru yang akan menggantikannya, yakni Pertamax Green 92.
BACA JUGA: Pertamina Jamin Ketersediaan BBM dan LPG Jelang Pemilu di Jateng-DIY
Pertamax Green 92 memiliki kualitas yang lebih baik dengan RON atau oktan lebih tinggi, yaitu 92. Harga Pertamax Green 92 per liter sekitar Rp13.900.
Penghapusan Pertalite ini sesuai dengan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Di mana, penjualan bensin paling rendah di Indonesia minimal harus memiliki RON 91.
Jika rencana penghapusan Pertalite tersetujui, maka Pertamina hanya akan menjual tiga jenis BBM. Ketiganya yakni Pertamax Green 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. (*)





