Sapto juga menerangkan bahwa rencananya para mengunjung memang tidak langsung menuju ke museum.
Pihak Dinbudpar akan menyiapkan satu titik kumpul yang akan membawa para pengunjung ke museum. Sehingga, kunjungan museum akan menyatu dengan kunjungan di Kota Lama. Titik kumpul yang dimaksudkan berada di kawasan Kota Lama, mengingat ketersediaan parkir yang memang berada di sana.
Selain itu, Disbudpar juga menyiapkan pemandu wisata yang akan mendampingi para pengunjung di dalam museum. Setiap sesi kunjungan, para pengunjung diberi waktu selama sekitar 20 menit untuk menikmati isi museum.
Saat ini, pihak Disbudpar masih terus membenahi sarana dan prasarana di Museum Kota Lama Semarang, seperti ketersediaan lahan parkir khusus museum. Sehingga, adanya Museum pertama di Jawa Tengah yang menerapkan teknologi imersif ini menarik perhatian masyarakat sekitar. (Ak/El)





