Pengalaman paling berkesan terjadi saat tur Manchester United di Beijing pada 2016. Selama hampir tiga jam, Roby naik turun lift hanya untuk menunggu kesempatan bertemu pemain.
“Memang sengaja nunggu di lift. Pemain pasti keluar untuk ke gym, kolam renang, spa atau makan. Saya naik turun lift hampir tiga jam,” katanya.
Kesabarannya akhirnya terbayar. Hari itu ia berhasil memperoleh tanda tangan Marcus Rashford yang saat itu masih mengenakan nomor punggung 39, Phil Jones, Henrikh Mkhitaryan hingga Timothy Fosu-Mensah.
BACA JUGA: Pemburu Autograf Andreas Junian, Kolektor 1.500 Kartu dan 300 Jersey Bola
Meski demikian, tidak semua perburuan berjalan mulus. Wayne Rooney yang juga ԁitemuinya saat itu menolak memberikan tanda tangan maupun berfoto.
Selama berburu ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Australia, China hingga Inggris, Roby telah bertemu banyak legenda Manchester United.
David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Roy Keane, Gary Neville, Peter Schmeichel hingga Dwight Yorke pernah ia temui secara langsung. Dari semua koleksi, tanda tangan David Beckham menjadi yang paling berkesan.
“Pertama kali tentu Beckham yang paling membekas,” ujarnya.
Sementara pemain yang paling sulit ԁitemui adalah David de Gea. Roby mengaku enam kali berburu tanda tangan mantan kiper Manchester United tersebut, tetapi selalu gagal. Baru pada 2019 di Australia, usahanya membuahkan hasil.
“Saya sudah enam kali gagal. Baru di Australia akhirnya bisa dapat tanda tangan De Gea,” katanya sambil tertawa.
Bagi Roby, setiap tanda tangan yang menghiasi mini museum di rumahnya bukan sekadar koleksi bernilai tinggi, melainkan kenangan dari perjalanan panjang mengejar para idola yang telah mewarnai hidupnya sejak hampir 30 tahun lalu. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





