Nasdem Semarang Bantah Hengkangnya Kader Karena Penunjukan Anies Baswedan

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Semarang, Suryanto.

Semarang, 5/10 (BeritaJateng.tv) – Isu hengkangnya sejumlah kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) usai deklarasi mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 dibantah Ketua DPD Partai Nasdem.

Ketua DPD Partai Nasdem, Suryanto mengaku hingga saat ini tidak ada anggota partai yang mengundurkan diri karena terpilihnya Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, nama Shafigh Pahlevi Lontoh dan Hanandityo Narendro dikabarkan menyatakan keluar dari Nasdem karena kecewa dengan penunjukkan Anies Baswedan sebagai bakal capres adalah salah.

“Nasdem Kota Semarang beberapa tahun terakhir ini Alhamdulillah kondusif dan Insya Allah terkendali. Sejauh ini belum ada reaksi soal penunjukkan Pak Anies,” ucap Suryanto, Rabu (5/10).

Suryanto menegaskan nama kedua kader yang telah mengundurkan diri tersebut dianggap sebagai pihak luar karena sudah mengundurkan diri sejak kurang lebih enam bulan lalu jauh sebelum penunjukan Anies Baswedan. Sehingga tidak bisa dianggap keluar dari partai karena kebijakan partai saat ini.

“Dia mau statement apapun itu eksternal, silakan saja, namanya juga orang luar, yang jelas Nasdem Kota Semarang tetap solid,” ucapnya.

Suryanto mengaku jika keduanya sudah keluar diawal tahun 2022 dan sudah tidak masuk dalam struktur kepengurusan partai yang baru. “Memang posisi terakhirnya adalah sekretaris, namun kami regenerasi sebab selama ini beliau tidak cukup berperan di partai,” bebernya.

Terpisah, Shafigh Pahlevi Lontoh sudah menyatakan diri keluar dari kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Semarang. “Ya benar saya sudah mengundurkan diri, dan sudah disusul kader lainnya,” ungkap.

Ia menyatakan keluar dari Partai Nasdem karena sudah tidak sejalan dengan kebijakan dari partai. Dirinya terakhir kali menjabat sebagai Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Kota Semarang dan juga Wakil Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Semarang.

“Tidak lagi sesuai dengan hati nurani dan lebih baik mengundurkan diri. Hidup harus punya prinsip dan dari pada berlama-lama yang nantinya akan menimbulkan sebuah kekecewaan dan polemik internal partai, maka saya izin pamit,” ungkapnya. (Ak/El)

Leave a Reply