Nelayan Didorong Agar Bisa Olah Ikan Konsumsi Jadi Berbagai Produk Perikanan

Semarang, 13/11 (beritajateng.tv) – Nelayan didorong oleh layanan perikanan Kota Semarang untuk dapat memproses hasil tangkapan mereka dalam bentuk makanan laut menjadi berbagai produk perikanan olahan.

Agar nelayan mendapatkan penghasilan atau laba tambahan karena berbagai produk perikanan tentu memiliki nilai ekonomi yang tinggi ketika dipasarkan kepada konsumen.

Kepala Layanan Perikanan Kota Semarang, Nurkholis, mengatakan bahwa partainya terus mendorong nelayan, terutama para istri nelayan untuk dapat memproses tangkapan laut ke dalam produk perikanan yang memiliki nilai ekonomi.

Tidak hanya menjual tangkapan, tetapi diharapkan dapat memproses produk-produk seperti penelusuran, kerupuk udang, ikan asin. “Kami setiap tahun ada pelatihan untuk menyediakan pelatihan pengolahan makanan laut. Harapan bahwa kegiatan pemrosesan produk perikanan ini dapat memiliki dampak ekonomi pada keluarga nelayan,” katanya pada Sabtu (13/11/2021).

Terutama, katanya, tentu saja melibatkan peran istri nelayan, sehingga produk perikanan mikro-usaha kecil dan menengah (UMKM) berkembang di sana.

Harapannya adalah bahwa nelayan ekonomis dapat menikmatinya sekarang dengan kegiatan pemrosesan itu.

“Kami memiliki pembinaan seperti Poklagar, di Tambaklorok, beberapa membuat ikan asin, trasi. Dan kelompok-kelompok yang membuat cangkang hijau dibuat menjadi kerupuk,” tambahnya.

Selain itu, ada juga kelompok pembudidaya, pondakings, kjt net pools. “Kemarin kekuatan kerja sama Indonesia, UNNES ada proses olahan memasak perikanan dan ada bantuan CSR dalam bentuk pembuatan pelet. Ini dapat membantu mengurangi biaya produksi untuk kelompok tani perikanan. Jadi bisa menjadi sinergi,” katanya. .

Berapa banyak kelompok bisnis atau UMKM saat ini di kota Semarang membuat produk perikanan, yaitu sekitar 500 unit bisnis.

“Di Tambaklorok sendiri, proses pelatihan perikanan olahan dilakukan setiap tahun. Yaitu, seperti membuat inovasi hidrindor, misalnya, produk Krispy dan Abon sekarang menjamur. Adapun jumlah nelayan di kota Semarang di sekitar 1500 nelayan, “pungkasnya. (AK / EL)

Tinggalkan Balasan