JatengPendidikan

Nestapa SD Negeri “Pinggiran” di Kota Semarang, Bertahun-tahun Sepi Pendaftar hingga Terbiasa Sunyi

×

Nestapa SD Negeri “Pinggiran” di Kota Semarang, Bertahun-tahun Sepi Pendaftar hingga Terbiasa Sunyi

Sebarkan artikel ini
SDN karangidul
Pemandangan lengang tampak di SDN Gabahan saat masa PPDB 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 Kota Semarang tingkat SD telah resmi berlangsung. Para orang tua siswa pun berbondong-bondong mendaftarkan anaknya ke sekolah tujuan.

Namun, pemandangan berbeda terjadi di SDN Karangkidul. Hingga hari kedua, suasana pendaftaran siswa baru di SDN Karangkidul masih tampak sunyi.

Saat beritajateng.tv berkunjung, Rabu, 19 Juni 2024 siang, tak ada satupun orang tua siswa yang mendaftar. Bahkan, para guru petugas PPDB tampak santai berbincang ringan.

Kepala SDN Karangkidul, Prih Suratini tampak terbiasa dengan sepinya pendaftar di sekolahnya. Menurutnya, hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun sejak ia bertugas di sini.

“Berapapun yang daftar sudah bersyukur. Yang penting tugas kami sebagai guru selaku terlaksana tiap tahunnya,” ucapnya sederhana.

Lokasi SDN Karangkidul sebenarnya sangat strategis. Terletak di Jalan Karangsari III nomor 116, Kelurahan Karangkidul, Semarang Tengah, akses ke sekolah ini tentu mudah.

BACA JUGA: Orang Tua Pindah Tugas? Begini Syarat Lengkap Daftar Jalur Mutasi PPDB SD Kota Semarang 2024

Meski begitu, hal tersebut tak menjadikan SDN Karangkidul menjadi jujugan utama para orang tua siswa. Tahun lalu misalnya, sekolah ini hanya menerima 13 siswa dari kuota 28 siswa.

Sementara tahun ini, hingga hari kedua PPDB, baru ada 4 pendaftar di SDN Karangkidul.

“Tugas kami memberi ilmu. Siapapun yang ke sini. Membuat seorang anak yang berada di lingkungan keras, menjadi suka belajar dan bisa membaca sudah cukup membahagiakan kami,” sambung Suratini.

Senada dengan Suratini, Staf Pengurus PPDB SDN Karangkidul, Eko Subeno juga mengaku terbiasa dengan sepinya pendaftar. Ia menduga, kondisi bangunan SDN Karangkidul lah yang menjadikan sekolah ini sepi peminat.

Faktor penyebab sejumlah SD di Semarang sepi peminat

Apabila melihat bangunannya, SDN Karangkidul jelas kalah dibanding dengan SD lainnya. Mayoritas kayu tampak sudah tua dan bahkan beberapa ada yang ambrol.

“Menurut saya faktor terbesarnya ya infrastruktur. Orang tua murid kan pasti akan tertarik kalau melihat fasilitas. Tapi ya mau gimana lagi. Sistem zonasi pun juga tidak ada pengaruhnya,” imbuh Eko.

Nasib SD sepi peminat tidak hanya dialami oleh SDN Karangkidul. Bergeser sedikit ke arah utara, ada SDN Gabahan yang hingga hari ini baru menerima 16 pendaftar.

Kendati demikian, jumlah itu terbilang bagus jika dibanding tahun lalu hanya 13 siswa.

“Kuota kami 28. Tapi kalau tidak sampai ya nggak papa. Kami sudah biasa (pendaftar sedikit),” ungkap Kepala SDN Gabahan, Siti Marfuah.

BACA JUGA: Mau Ganti Sekolah Tujuan Daftar? Begini Cara Cabut Berkas PPDB Online 2024 Jenjang SMA/SMK

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan beberapa alasan mengapa sekolahnya sepi peminat. Mulai dari lokasi tidak strategis, akses transportasi umum sulit, hingga faktor sekolah swasta. Terlebih, area SDN Gabahan berada satu wilayah dengan Pecinan.

“Rata-rata untuk warga Tionghoa mungkin lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta tadi,” bebernya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp