“Ternyata rumah itu nggak tumbuh kawasannya, hanya dibangun-bangun aja lama-lama jadi semak belukar, siapa yang mau menghuni kalau keamanannya nggak ada, airnya nggak ada,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Djoko, nilai investasi sebuah rumah juga terpengaruh dari lingkungan alam sekitar. Ia menyebut, nilai jual rumah akan konsisten turun jika sekitar rumah tersebut terkena bencana alam, misalnya banjir atau longsor.
“Kalau banjir, kalau longsor siapa yang mau beli. Oleh karena itu, nilai rumah akan mengecil, nilai lingkungan meningkat,” katanya.
BACA JUGA: Sebelum Ramai Tapera, Ternyata Jawa Tengah Sudah Punya Perda Masalah Perumahan, Apa Itu?
Sebagai developer, Djoko memperhatikan betul nasib penghuni perumahan kedepannya. Ia pun menghimbau sesama pengembang untuk memperhatikan keberlanjutan dari lingkungan sosial perumahan.
Salah satunya dengan mengikuti sertifikasi dan diklat yang dilakukan oleh DPD REI.
“Jangan asal bangun rumah saja, tapi bangun juga kawasannya, lingkungannya, dan sosialnya,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila