Fionna Lie bilang, jadwal bermain mahjong bersama cukup rutin. Mamajong menggelar permainan reguler setiap Selasa, Rabu, dan Jumat dengan waktu yang menyesuaikan aktivitas anggotanya.
Pada Selasa, biasanya menjadi waktu bermain pada pagi hari. Terutama bagi para ibu yang telah mengantar anak ke sekolah. Sementara Rabu berlangsung sore dan Jumat malam menjadi pilihan bagi anggota yang memiliki waktu lebih luang.
Bagi pemain baru, Mahjong memang terlihat rumit karena memiliki banyak keping dengan angka dan simbol berbeda. Akan tetapi, pengalaman para anggota komunitas menunjukkan permainan dasar dapat dipelajari secara bertahap.
BACA JUGA: Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judol: Poster Dibuat AI
Fionna Lie berucap, Komunitas Mamajong Semarang menyediakan sesi pelatihan bagi orang-orang yang belum mengetahui aturan permainan. Pemain juga mendapatkan modul agar dapat mengikuti permainan dengan lebih mudah.
Biaya bermain reguler pun dia buat terjangkau. Dalam satu sesi sekitar tiga jam, pemain dikenai tarif Rp35 ribu. Sedangkan sesi pelatihan bernilai Rp50 ribu sudah termasuk modul.
Mahjong jadi Ruang Interaksi di Tengah Gempuran Gim Online
Lebih lanjut, Fionna Lie mengatakan, salam satu sesi permainan mahjong, ada empat orang bisa duduk bersama selama berjam-jam.
Mereka mampu bermain tanpa harus terus terpaku pada layar ponsel, seperti kebiasaan sehari-hari. Interaksi langsung inilah yang menurut Fionna Lie, menjadi salah satu alasan mahjong tetap memiliki tempat di tengah kebiasaan bermain gim secara daring atau online.
“Kalau main mahjong ketemu begini kan ada koneksinya sama teman-teman. Kalau online kita main sendiri,” katanya.
BACA JUGA: Rekomendasi 5 Tempat Main Mahjong di Semarang, Tersedia Meja Otomatis hingga Game Master Ramah Pemula
Popularitas mahjong di Semarang, kata dia, juga berjalan beriringan dengan tumbuhnya komunitas dan turnamen. Meski Komunitas Mamajong saat ini lebih berfokus pada aktivitas bermain bersama, anggotanya juga mulai mengenal berbagai kompetisi mahjong.





