Jateng

Nostalgia Rasa, Warga Temanggung Rela Berburu Kupat Tahu di Semarang

×

Nostalgia Rasa, Warga Temanggung Rela Berburu Kupat Tahu di Semarang

Sebarkan artikel ini
pameran umkm
Warga asal Temanggung usai membeli kupat tahu dan kopi khas Temanggung saat mengunjungi Pameran UMKM di Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pameran UMKM Jawa Tengah 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, menjadi ajang bagi warga untuk mencicipi sekaligus bernostalgia dengan makanan khas dari berbagai daerah.

Salah satunya Rizky Syahrul, warga asal Temanggung yang sengaja membeli kupat tahu Temanggung dan kopi khas Temanggung saat mengunjungi pameran yang berlangsung pada 20-22 Agustus 2026 tersebut.

Syahrul mengaku sudah lama tidak menyantap kupat tahu yang menjadi salah satu kuliner khas daerah asalnya. Kesempatan mencicipi makanan tersebut di Semarang pun membuatnya teringat kampung halaman.

“Karena sebelumnya mungkin saya juga orang Temanggung. Asli Temanggung, lahir di Temanggung. Kebetulan saya sudah lama sekali tidak makan kupat tahu,” kata Syahrul saat ditemui di Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia membeli satu porsi kupat tahu seharga Rp15.000. Selain itu, Syahrul juga memilih kopi arabika khas Temanggung karena ia memang menyukai kopi dengan cita rasa yang tidak terlalu pahit.

“Saya juga penikmat kopi tapi yang enggak pahit-pahit. Jadi saya pilih yang Arabika, yang kecut [asam] tapi tetap rasanya enak,” ujarnya.

BACA JUGA: Belajar Kerajinan dan Pasar Kreatif di Bali, Dekranasda Semarang Cari Jurus Baru Kembangkan UMKM

Syahrul mengatakan, dirinya sebenarnya pernah mencari kupat tahu khas Temanggung di Kota Semarang. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Ia sempat mendatangi salah satu tempat di kawasan Sampangan, Kota Semarang yang menjual kupat tahu, tetapi saat itu tempat tersebut sudah permanen sehingga ia mengurungkan niat untuk membeli.

“Makanya adanya pameran ini sangat bagus sekali, terutama untuk UMKM-UMKM lokal yang mungkin makanan-makanan daerahnya belum terjamah maupun belum diketahui masyarakat luas, khususnya di Kota Semarang, bisa mengenalkan makanan-makanan daerahnya. Salah satunya kupat tahu,” katanya.

Menurut Syahrul, keberadaan stan kuliner khas daerah dalam Pameran UMKM Jateng bukan sekadar menawarkan makanan kepada pengunjung. Bagi warga perantauan sepertinya, kuliner tersebut juga menghadirkan pengalaman bernostalgia dengan daerah asal.

“Nostalgia juga. Karena saya sudah lama juga enggak balik Temanggung,” tuturnya.

35 Daerah Pamerkan Kuliner Khas Jawa Tengah

Sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah turut memamerkan produk unggulan, mulai dari kuliner, minuman, fesyen hingga kerajinan khas daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung adalah Festival Jamu dan Kuliner XI 2026. Beragam makanan dan minuman khas daerah tersajikan di stan masing-masing kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pameran tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat UMKM sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

“UMKM di Jawa Tengah adalah 4,9 juta UMKM yang itu berskala mikro,” kata Luthfi.

Menurutnya, UMKM mikro merupakan bagian penting dari ekonomi kerakyatan karena tumbuh di tingkat masyarakat hingga desa. Pemerintah, kata dia, perlu mendorong pelaku usaha agar dapat naik kelas.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Perpres Ojol, Pengemudi Akan Terposisikan sebagai UMKM

Ia berharap UMKM yang berkembang tidak hanya mampu memperluas pasar di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan menembus pasar luar negeri dan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

“Sehingga jaringan UMKM yang di depan saya nanti akan kita resmikan menyumbang hampir 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi di tempat kita,” katanya.

Pameran UMKM Jateng 2026 berlangsung hingga Sabtu, 22 Agustus 2026. Masyarakat umum dapat mengunjungi pameran mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB untuk melihat sekaligus membeli berbagai produk lokal dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp