SEMARANG, beritajateng.tv – Menjelang lebaran 2023, okupansi hotel Jawa Tengah akan mengalami peningkatan selama libur lebaran tahun ini.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih menyebutkan, okupansi hotel Jawa Tengah tahun ini jauh lebih besar daripada tahun lalu. Prediksi okupansi tahun ini mencapai 100%.
Sampai saat ini, kata Benk, okupansi hotel Jawa Tengah khususnya Semarang rata-rata masih di angka 30-40%. Benk memprediksi okupansi selama libur lebaran akan meningkat mulai H+1 lebaran atau hari Minggu, 23 April 2023, dan bertahan hingga H+5 atau hari Kamis, 27 April 2023.
“Dari dulu Kota Semarang itu memang ramainya di H+1 lebaran. Pada H-1 itu paling baru 70% – 80%, kecuali hotel yang memang benar-benar di pusat kota,” kata Benk saat wartawan beritajateng.tv menghubungi pada Selasa (11/4/2023).
Immanuel Teja Kumala selaku Public Relations Grand Candi Hotel mengatakan bahwa tingkat okupansi on hand pada saat lebaran di Grand Candi Hotel belum terlalu tinggi, yaitu 37%-40%. Meskipun begitu, ia optimis angka okupansi akan meningkat menjelang lebaran.
“Tahun ini prediksi kita hotelier akan ada kenaikan yang signifikan daripada tahun lalu. Berdasarkan data, jumlah pemudik tahun ini juga lebih tinggi,” kata Teja.
Peningkatan Okupansi Hotel Jawa Tengah, Efek Pariwisata Semarang Makin Berkembang!
Tingginya tingkat okupansi hotel Semarang tidak terlepas dari peran pariwisata yang mulai berkembang di Kota Semarang. Menurut Benk, Kota Semarang tidak lagi sekadar kota transit, melainkan sudah menjadi kota wisata.
“Dulu orang ke Jateng transit lewat Semarang, sekarang orang bisa wisata juga di Semarang, contohnya ke Kota Lama, hotel di pusat kota sudah banyak reservasi,” ujar Benk.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Sales Marketing Hotel Haka, Eko Prasetyo, prediksi okupansi hotel Jawa Tengah akan meningkat hingga 100% saat mendekati lebaran. Menurutnya, banyak tamu yang memesan kamar H-2 dan H-3 sebelum checkin.
“Saya optimis bisa 100%. Apalagi sekarang Kota Semarang sudah jadi destinasi wisata juga. Mereka yang awalnya cuma transit sekarang sudah bisa lebih lama tinggal karena sekalian wisata keliling Kota Semarang,” jelas Eko.
Benk menambahkan bahwa tamu hotel selama libur lebaran sendiri mayoritas akan berasal dari pasar domestik. Untuk hotel di Kota Semarang, mayoritas tamu diprediksi berasal dari Jakarta dan berupa tamu keluarga.
Hal senada juga disampaikan oleh Teja bahwa selama libur lebaran, angka kedatangan tamu domestik pasti lebih tinggi dibandingkan tamu luar. Bahkan beberapa tamu asli Semarang juga ada yang menginap di hotel selama libur lebaran. Hal tersebut membuat okupansi hotel Jawa Tengah khususnya Semarang meningkat drastis.
“Setiap lebaran pasti ada sih cerita di mana tamu yang datang memang dari warga Semarangan yang ditinggal ART-nya mudik. Dan masa tinggalnya pun lumayan panjang, ada yang 4 hari ada juga yang sampai 1 minggu. Dan biasanya keluarga dengan anak kecil yang aktif,” jelas Teja (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





